web analytics
  

LKNU KBB Ajak OKP dan Akademisi Tanggulangi Tuberkolosis

Kamis, 17 September 2020 21:44 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, LKNU KBB Ajak OKP dan Akademisi Tanggulangi Tuberkolosis, Lembaga Kesehatan Nahdhatul Ulama (LKNU),LKNU KBB,Tuberkolosis

Lembaga Kesehatan Nahdhatul Ulama (LKNU) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengadakan pertemuan koordinasi CSO (Civil Society Organization) dan pengembangan Jaringan dalam pencegahan dan penanggulangan Tuberkolosis (TB), Kamis (17/9/2020). (Tri Junari)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Lembaga Kesehatan Nahdhatul Ulama (LKNU) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengadakan pertemuan koordinasi CSO (Civil Society Organization) dan pengembangan Jaringan dalam pencegahan dan penanggulangan Tuberkolosis (TB), Kamis (17/9/2020).

Dalam kegiatan yang dihadiri organisasi dari kalangan pelajar NU, yaitu IPNU dan IPPNU, Keluarga Mahasiswa Bandung Barat (Kembara), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Komisariat STAI Darul Falah dam kalangan akademisi STIKES Immanuel, Forum KBB Sehat juga Bidang Pengendalian dan pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan KBB.

Koordinator program TB SSR LKNU Bandung Barat, Ani Nuryanti menerangkan, sejak tahun 2018, SSR LKNU sudah melatih 147 orang kader TB yang kemudian melakukan penjaringan dan melaporkan hasil kegiatan tersebut setiap bulannya.

“Dengan adanya kegiatan koordinasi CSO, diharapkan SDM di masing-masing organisasi juga bisa terlibat dalam penjaringan dan edukasi masyarakat bersama para kader LKNU. Pembahasan mengenai kesehatan, khususnya tentang TB ini juga bisa dimasukan dalam tema diskusi rutin di organisasi, apalagi dimasa pandemi seperti ini," ungkap dia.

Dalam Kegiatan ini, LKNU membahas rencana program mengenai rencana kerjasama SSR LKNU dengan organisasi-organisasi dan kampus yang fokus pada advokasi sosial dan kesehatan, khususnya dalam penanggulangan penyakit TB di KBB.

Sebagai lembaga yang aktif menjalankan program penanggulangan penyakit TB melalui penjaringan dan edukasi masyarakat. Diharapkan dengan edukasi akam menekan angka penderita TB di Bandung Barat.

"Sampai saat ini di Kabupaten Bandung Barat, kasus TB sensitif obat yang terlaporkan ke Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) berjumlah 2148 kasus, sedangkan untuk TB MDR berjumlah 22 kasus," terangnya.

Ditempat sama, Kepala bidang P2P Dinas Kesehatan KBB, Mulyana menyambut baik kerjasama ini dan berterimakasih kepada semua pihak yang mau melibatkan diri dalam penanggulangan penyakit TB ini.

"Penanggulangan TB bukan hanya tugas pemerintah, namun juga butuh keterlibatan berbagai elemen masyarakat agar wawasan dan edukasi berjalan dengan baik," katanya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers