web analytics
  

Bank Indonesia Sebut Perekonomian Semakin Membaik

Kamis, 17 September 2020 18:47 WIB
Bisnis - Finansial, Bank Indonesia Sebut Perekonomian Semakin Membaik, Bank Indonesia,Perekonomian Indoensia

Bank Indonesia. (Reuters)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Bank Indonesia (BI) berupaya menempuh langkah-langkah kebijakan lanjutan yang diperlukan dalam mendorong program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Hal ini sejalan dengan dinamika perekonomian dan pasar keuangan global serta penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap prospek perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan koordinasi kebijakan yang erat dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus diperkuat untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

“Perekonomian global secara bertahap mulai membaik. Perkembangan ini terutama didorong oleh perbaikan pertumbuhan ekonomi di China dan Amerika Serikat, sedangkan kinerja perekonomian Eropa, Jepang, dan India belum kuat,” ujarnya saat konferensi pers virtual, Kamis (17/9/2020).

Menurutnya perkembangan positif di China dan AS sejalan dengan melandainya penyebaran Covid-19 yang mendorong meningkatnya mobilitas masyarakat global ke level equilibrium normal baru dan dampak stimulus moneter dan fiskal yang cukup besar. Sejumlah indikator dini pada Agustus 2020 mengindikasikan prospek positif pemulihan ekonomi global, seperti meningkatnya mobilitas, berlanjutnya ekspansi PMI manufaktur dan jasa di AS dan Tiongkok, serta naiknya beberapa indikator konsumsi. 

“Perekonomian global yang membaik mendorong kenaikan volume perdagangan dunia dan harga komoditas global semester II 2020, yang berpotensi lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Berlanjutnya peningkatan ekspor di berbagai negara dan indeks kontainer logistik global mengindikasikan perbaikan aktivitas perdagangan dunia pada triwulan III 2020,” jelasnya. 

Dari pasar keuangan global, lanjut Perry, ketidakpastian yang masih tinggi antara lain dipengaruhi isu geopolitik Tiongkok-Amerika Serikat, Tiongkok-India, dan Inggris. Perkembangan ini berpengaruh terhadap menurunnya aliran modal ke negara berkembang, kecuali Tiongkok, dan berdampak pada berlanjutnya tekanan terhadap mata uang di berbagai negara tersebut, termasuk Indonesia.

“Perekonomian domestik secara perlahan juga membaik, meskipun masih terbatas sejalan mobilitas masyarakat yang melandai pada Agustus 2020. Kinerja ekspor membaik sejalan kenaikan permintaan global, khususnya dari AS dan Tiongkok untuk beberapa komoditas seperti besi dan baja, pulp dan waste paper, serta CPO,” jelasnya. 

Sedangkan konsumsi rumah tangga membaik secara terbatas seiring berlanjutnya stimulus fiskal seperti penyaluran bansos dan pemberian gaji ke-13 kepada Aparatur Sipil Negara (ASN). Beberapa indikator dini menunjukkan perbaikan seperti penjualan ritel, indeks kepercayaan konsumen, dan PMI Manufaktur. 

“Secara spasial, perbaikan ekonomi tercatat di beberapa daerah luar Jawa yang memiliki ekspor komoditas,” ucapnya. 

Ke depan, prospek berlanjutnya pemulihan ekonomi domestik banyak dipengaruhi perkembangan mobilitas masyarakat sejalan dengan penerapan protokol Covid-19 di sejumlah daerah, kecepatan realisasi anggaran Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, kemajuan restrukturisasi dan penjaminan kredit, serta akselerasi ekonomi dan keuangan digital khususnya untuk pemberdayaan UMKM. 

Bank Indonesia melalui bauran kebijakannya akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan otoritas terkait agar berbagai kebijakan yang ditempuh semakin efektif mendorong pemulihan ekonomi,” ucapnya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Investasi Ilegal Rugikan Masyarakat Sampai Rp114,9 T

Finansial Rabu, 14 April 2021 | 11:13 WIB

Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kerugian masyarakat akibat investasi ilegal sebesar...

Bisnis - Finansial, Investasi Ilegal Rugikan Masyarakat Sampai Rp114,9 T, investasi ilegal,praktik investasi ilegal,waspada investasi ilegal,kerugian investasi ilegal,Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Harga Emas Antam Bandung Hari Ini Naik Jadi Rp 930.000 per Gram

Finansial Rabu, 14 April 2021 | 09:58 WIB

Harga emas batangan Antam berada di angka Rp930.000 per gram pada Rabu, 14 April 2021 atau naik Rp6.000 dari harga kemar...

Bisnis - Finansial, Harga Emas Antam Bandung Hari Ini Naik Jadi Rp 930.000 per Gram, Harga emas Antam,Harga emas Antam hari ini,Harga emas Antam Bandung,emas antam,Emas,Emas Antam Hari Ini

Sepanjang 2020, OJK Tutup 1.200 Fintech Bodong dan 390 Investasi Ilega...

Finansial Rabu, 14 April 2021 | 09:25 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menghentikan dan menutup 390 kegiatan investasi ilegal dan 1.200 financial technology...

Bisnis - Finansial, Sepanjang 2020, OJK Tutup 1.200 Fintech Bodong dan 390 Investasi Ilegal , Otoritas Jasa Keuangan (OJK),Fintech Bodong,investasi ilegal,praktik investasi ilegal,Satgas Waspada Investasi (WI),fintech bodong di Indonesia,ciri fintech bodong di Indonesia,waspada investasi ilegal

Ini Tips Mengatur Keuangan Selama Ramadan

Finansial Selasa, 13 April 2021 | 23:10 WIB

Perencana Keuangan Lolita Setyawati membagikan tips untuk mengatur keuangan selama bulan Ramadhan. Dia membagikan tips k...

Bisnis - Finansial, Ini Tips Mengatur Keuangan Selama Ramadan, Tips Mengatur Keuangan,Mengatur Keuangan Ramadan,Perencanaan Keuangan

bank bjb Beri Apresiasi untuk BumDes Subang

Finansial Selasa, 13 April 2021 | 16:06 WIB

bank bjb Beri Apresiasi untuk BumDes Subang

Bisnis - Finansial, bank bjb Beri Apresiasi untuk BumDes Subang, bumdes Subang,bank bjb,bank bjb cabang Subang,Bumdes Juara Agen PPOB BJB

Makin Marak saat Ramadan, Kenali Ciri-ciri Investasi Bodong

Finansial Selasa, 13 April 2021 | 14:16 WIB

masyarakat harus berhati-hati dalam memilih investasi. Apalagi di tengah Ramadan banyak yang menawarkan jasa investasi d...

Bisnis - Finansial, Makin Marak saat Ramadan, Kenali Ciri-ciri Investasi Bodong , Kenali Ciri-ciri Investasi Bodong,Investasi Bodong Makin Marak saat Ramadan,Otoritas Jasa Keuangan,OJK,jasa investasi,ciri-ciri investasi bodong,Investasi Bodong,Bahaya investasi bodong,Jebakan investasi bodong

Dukung Mutu Pendidikan, bank bjb dan UPI Sepakati Kerja Sama Pemanfaat...

Finansial Selasa, 13 April 2021 | 13:28 WIB

Nota kesepahaman ini ditandatangani langsung oleh Rektor UPI Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A. dan Direktur Utama...

Bisnis - Finansial, Dukung Mutu Pendidikan, bank bjb dan UPI Sepakati Kerja Sama Pemanfaatan Produk dan Jasa Perbankan, Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi,bank bjb,Universitas Pendidikan Indonesia (UPI),UPI,kerja sama bank bjb dan UPI

Melemah Lagi, Harga Rupiah Turun ke Rp14.608 per Dolar AS

Finansial Selasa, 13 April 2021 | 11:35 WIB

Pada pukul 9.52 WIB, rupiah melemah 13 poin atau 0,09 persen ke posisi Rp 14.608 per dolar AS.

Bisnis - Finansial, Melemah Lagi, Harga Rupiah Turun ke Rp14.608 per Dolar AS, Harga Rupiah Turun,Dolar AS,Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS

artikel terkait

dewanpers