web analytics
  

Virus Corona Diprediksi Jadi Penyakit Musiman seperti Flu

Kamis, 17 September 2020 17:42 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Virus Corona Diprediksi Jadi Penyakit Musiman seperti Flu, Virus Corona,pandemi virus corona,Update Corona Bandung,obat flu,penyakit musiman

Virus corona penyebab Covid-19 diprediksi menjadi penyakit musiman seperti flu. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM Virus corona penyebab Covid-19 diprediksi menjadi penyakit musiman seperti flu. Kondisi ini bisa terjadi ketika satu kawanan terinfeksi, sembuh, dan berhasil membentuk imunitas yang bisa mencegah penyebaran virus corona.

Namun, virus corona kemungkinan akan menyebar sepanjang tahun sampai kondisi itu terjadi. Sebuah penelitian telah menyoroti pentingnya mengikuti langkah-langkah kesehatan masyarakat untuk mengendalikan virus.

"Covid-19 akan bertahan dan terus menyebabkan wabah sepanjang tahun sampai membentuk kekebalan kawanan atau herd immunity," kata penulis senior studi Hassan Zaraket, asisten profesor virologi di American University of Beirut di Lebanon dikutip dari Live Science.

Masyarakat pun perlu belajar untuk menghadapinya dan terus mempraktikkan tindakan pencegahan terbaik, termasuk pemakaian masker, menjaga jarak fisik, menjaga kebersihan tangan, dan menghindari perkumpulan sosial.

Banyak virus tampaknya mengikuti pola musiman, misalnya di daerah beriklim sedang, kasus flu biasanya memuncak di musim dingin dan berkurang selama musim panas.

Hal yang sama juga berlaku untuk jenis virus corona tertentu yang menyebabkan flu. Namun, para ilmuwan tidak tahu pasti penyebab virus ini mengikuti pola musiman.

Namun, sejumlah faktor diduga ikut berperan penting. Misalnya, penelitian menunjukkan bahwa banyak virus pernapasan lebih stabil dan bertahan di udara lebih lama pada lingkungan bersuhu dingin dan kelembapan rendah.

Studi awal tentang virus corona Covid-19 juga menunjukkan bahwa penularan virus bisa meningkat pada suhu yang lebih dingin dan penurunan suhu yang lebih hangat.

Namun, faktor yang dikenal sebagai angka reproduksi dasar (RO) atau jumlah rata-rata orang yang tertular virus dari satu orang yang terinfeksi harus turun di bawah 1, jika ingin kasusnya menurun. Hal ini berlaku pada semua jenis penyakit menular apapun.

Sementara itu, RO untuk virus corona Covid-19 tampaknya relatif tinggi. Banyak ilmuwan memperkirakan tingkat RO virus corona antara 2 dan 3 dibandingkan dengan sekitar 1,3 pada penyakit flu musiman.

RO virus corona Covid-19 lebih tinggi karena tidak adanya kekebalan yang sudah terbentuk di sebagian besar populasi. Dengan demikian, peneliti memperkirakan faktor musiman akan lebih sulit menekan RO di bawah 1 karena terlalu tinggi.

"Oleh karena itu, virus corona Covid-19 akan terus menyebar di musim panas tanpa intervensi kesehatan masyarakat," kata peneliti.

Sebaliknya, semakin banyak orang yang memperoleh kekebalan, baik melalui infeksi alami atau vaksin. RO diperkirakan akan turun secara substansial, yang membuat virus lebih rentan terhadap fluktuasi musiman, seperti lonjakan virus di musim dingin dan penurunan di musim panas.

Jika vaksin virus corona Covid-19 tersedia, obat itu bisa mengurangi penyebaran. Namun, kemungkinan vaksin tidak akan sepenuhnya menghilangkan virus.

Menurut Zaraket dan rekan penulis studi Hadi Yassine, seorang profesor penyakit menular di Universitas Qatar di Doha, vaksin kemungkinan tidak akan efektif 100 persen.

Karena itu, beberapa infeksi masih akan terjadi. Selain itu, perlindungan yang ditawarkan oleh vaksin mungkin berkurang seiring waktu atau virus bisa bermutasi.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers