web analytics
  

Bongkar Muat Batubara di Pelabuhan Cirebon Berpotensi Cemari Udara

Kamis, 17 September 2020 12:55 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Bongkar Muat Batubara di Pelabuhan Cirebon Berpotensi Cemari Udara, Pelabuhan Cirebon,pencemaran udara Cirebon,bongkar muat batubara Cirebon,Berita Cirebon,Cirebon Hari Ini

Komisi II DPRD Kota Cirebon meninjau aktivitas bongkar muat batubara di Pelabuhan Cirebon, Kamis (17/9/2020). (dok. Komisi II DPRD Kota Cirebon)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Komisi II DPRD Kota Cirebon menilai masih ada potensi pencemaran udara akibat aktivitas bongkar muat batubara di Pelabuhan Cirebon.

Melalui sebuah sidak yang dilakukan di pelabuhan, anggota Komisi II DPRD, Agung Supirno mengungkapkan potensi pencemaran udara setidaknya dapat terjadi akibat ketiadaan fungsi jaring penangkap debu.

"Sekarang (jaring penangkap debu) sudah tidak aktif, berbeda dengan dulu," katanya, Kamis (17/9/2020).

Selain itu, penyemprotan air terhadap truk batubara yang keluar masuk area pelabuhan sudah jarang dilakukan. Padahal, penyemprotan dimaksudkan untuk mengurangi debu yang menempel pada permukaan badan truk dan memininalisir penyebaran debu selama perjalanan pengangkutan.

Bahkan, katanya, teramati truk mengangkut batubara melebihi kapasitas hingga menimbulkan gundukan pada bak truk.

"Potensi mencemari udara masih ada," cetusnya.

Sayangnya, sebagai regulator pelabuhan, Indonesia Port Corporation (IPC) Cirebon dianggap tidak banyak menjelaskan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara gamblang.

"SOP yang disampaikan belum sempurna," ujarnya.

Dia mengingatkan, SOP menjadi syarat menjalankan aturan dengan tepat di Pelabuhan Cirebon, termasuk regulasi dalam aktivitas bongkar muat batubara, mulai menampung hingga pengirimannya.

Ketua Komisi II DPRD, Watid Sahriar pun tak menampik kesimpulan ihwal potensi pencemaran udara. Namun begitu, dialog pihaknya bersama jajaran manajemen IPC Cirebon menyepakati rencana perbaikan sistem untuk menangani potensi pencemaran.

"Mereka sudah berjanji untuk terus memperbaiki, mulai dari akan memasang CCTV sampai alat monitor kualitas udara," tuturnya.

General Manager IPC Cirebon, Abdul Wahab meyakinkan, penanganan bongkar muat batubara kini jauh lebih baik dibanding dulu. SOP yang diberlakukan kini pun sesuai rekomendasi DPRD Kota Cirebon pada 2015.

"Kami sudah mengarah pada SOP yang disepakati sebelumnya," ungkapnya.

Kendati demikian, pihaknya berjanji akan memasang alat ukur kualitas udara yang ditarget tahun ini.

Aturan bagi pemilik kapal tongkang untuk menyediakan alat penyemprot air pun akan diperketat demi mencegah penurunan kualitas udara akibat debu batubara, terutama kala angin kencang berhembus.

"Ke depan, kami harap operasional bongkar muat batubara lebih baik lagi," katanya.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers