web analytics
  

3 Orang Jadi Tersangka Terkait Video Pengguntingan Bendera Merah Putih

Kamis, 17 September 2020 12:27 WIB Fichri Hakiim
Umum - Regional, 3 Orang Jadi Tersangka Terkait Video Pengguntingan Bendera Merah Putih, Pengguntingan Bendera Merah Putih,Gunting Bendera Merah Putih,Bendera Merah Putih digunting

Tangkapan layar video pengguntingan Bendera Merah Putih. (Instagram/@ndorobeii)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Polres Sumedang telah memeriksa 3 orang yang terlibat dalam video viral pengguntingan bendera merah putih.

Kasatreskrim Polres Sumedang AKP Yanto Slamet mengatakan, 3 orang tersebut telah diperiksa dan ditetapkan sebagai tersangka oleh petugas kepolisian. Video tersebut viral setelah diunggah ke media sosial.

"Sudah diperiksa, sudah kami gelarkan dan kami tetapkan sebagai tersangka, kami lakukan penahanan di Polres Sumedang," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (17/9/2020).

Polisi juga telah memeriksa pelaku berinisial I yang mengunggah video tersebut. "Ya, kita periksa juga yang menggunggah videonya bernisial I," tutur Yanto.

Yanto menjelaskan, ketiga orang pelaku memiliki peran yang berbeda-beda. "P yang menggunting, kalau D yang merekam video dan A itu yang membantu memegang benderanya," jelasnya.

"Jadi untuk sementara mungkin karena anaknya, tapi kalau untuk motif yang lainnya masih kami dalami. Kenapa harus menggunting bendera itu kami masih dalami," kata Yanto.

Menurut keterangan pelaku, lanjut Yanto, video tersebut viral setelah tersebar di media sosial. "Sebenarnya mereka tidak mengunggah di Tiktok, ibu ini hanya mengunggah di status WA-nya. Kalau menurut keterangan dari ibunya ketidaksengajaan dia mengunggah di status. Kemudian, ada yang mengunggah lagi di tiktok baru kita tahu apa dan kejadiannya di mana terus siapa pelakunya, dari situlah awalnya," tambahnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasalnya Pasal 66 juncto 24 UU 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara dan Lagu Kebangsaan. Pelaku juga terancam hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers