web analytics
  

Penusuk Syekh Ali Jaber Tetap Diadili Meski Diklaim Gila

Kamis, 17 September 2020 12:13 WIB
Umum - Nasional, Penusuk Syekh Ali Jaber Tetap Diadili Meski Diklaim Gila, Syekh Ali Jaber,Syekh Ali Jaber Ditusuk,Pelaku Penusuk Syekh Ali Jaber,Penusukan Syekh Ali Jaber,Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber

Menkopolhukam Mahfud MD menjenguk Syekh Ali Jaber yang menjadi korban penusukan, Senin (14/9/2020). ([email protected])

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Menteri Polhukam Mahfud MD memastikan pelaku penusukan Syekh Ali Jaber tetap diseret ke pengadilan meski dalam keadaan gila atau sakit jiwa.

Menurut Mahfud, pengacara Alpin Andria (24), sang penusuk, yang akan membuktikan kliennya sakit jiwa.

"Kalau mau bilang pelakunya gila biar pengacaranya yang membuktikan di pengadilan," kata Mahfud saat acara ngopi bersama media di Padang, Kamis (17/9/2020).

Ia membantah pandangan yang menyatakan kalau tersangka gila maka kasusnya akan ditutup polisi karena tidak layak diperkarakan.

"Polisi sudah punya data dan bukti, biar hakim yang memutuskan, kalau kasusnya ditutup polisi nanti dicurigai lagi," kata dia.

Ia melihat kasus penusukan Syekh Ali Jaber amat sensitif sehingga tidak bisa diperlakukan sebagaimana kasus umum lainnya yang ditutup jika tersangka dinyatakan gila.

Menurut dia kasus penusukan ulama sebelumnya juga akan diselidiki lagi karena berdasarkan investigasi melihat jaringan dan modelnya sama.

Menkopolhukam Mahfud MD menjenguk Syekh Ali Jaber yang menjadi korban penusukan, Senin (14/9/2020). [[email protected]]

"Orangnya tusuk kyai, belum lama tinggal di daerah itu kemudian dianggap gila," kata dia.

Ia menilai pada kasus ini biar pengacara yang membela jika memang tersangka gila termasuk menghadirkan dokter dan saksi-saksi untuk kemudian diputuskan oleh hakim.

Mahfud menceritakan usai kejadian penusukan Syekh Ali Jaber awalnya muncul spekulasi bahwa itu adalah pekerjaan rezim sehingga ia memberikan pernyataan kasus itu harus diusut tuntas.

Ia pun memastikan hal itu bukan operasi intelijen apalagi Syekh Ali Jaber sering datang ke istana dan bersahabat dengan pemerintah.

"Kemudian muncul lagi alasan pelaku gila sehingga ada anggapan kasus ini akan ditutup namun saya memastikan kasus ini akan kita buka dengan terang dan polisi sudah bertindak cepat," kata dia.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers