web analytics
  

Covid-19 Cirebon Kian Bengkak, Ratusan Warga Masih tak Bermasker

Rabu, 16 September 2020 15:22 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Covid-19 Cirebon Kian Bengkak, Ratusan Warga Masih tak Bermasker, Cirebon,covid-19 cirebon,razia masker Cirebon,operasi yustisi Cirebon

Pengabai protokol kesehatan diganjar sanksi fisik di Kabupaten Cirebon. (Ayocirebon.com/istimewa)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Hari ke-2 operasi yustisi protokol kesehatan Covid-19 di Kabupaten Cirebon, 157 orang harus melakukan bersih-bersih fasilitas umum (fasum), Rabu (16/9/2020).

 

Petugas gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP, menyasar 2 titik, masing-masing Jalan Cakrabuana Sumber, Jalan Fatahillah Weru, serta tim yang berkeliling.

Tak sedikit warga yang mengabaikan protokol kesehatan, salah satunya tak mengenakan masker. Total, 157 orang pengabai masker akhirnya dijatuhi sanksi sosial, di antaranya membersihkan fasum sebelum kemudian menerima masker untuk dikenakan.

"Operasi yustisi ini akan dilaksanakan sampai batas waktu yang tidak ditentukan," cetus Kapolresta Cirebon Kombes Pol. M. Syahduddi.

Pihaknya kembali meminta masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan demi menekan penyebaran Covid-19, mulai mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Angka kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon sendiri kembali membengkak menjadi 565 per hari ini, dengan penambahan 10 pasien baru.

Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah sekaligus anggota Divisi Pelayanan Informasi, Pusat Data, TIK, dan Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon, Nanan Abdul Manan menyebut, dari 10 pasien baru, 7 pasien di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit.

"Sisanya menjalani karantina mandiri," ujarnya.

Dari total 565 kasus, pasien yang terkonfirmasi tanpa gejala masih mendominasi sejumlah 401 orang. Sebanyak 164 pasien sisanya terkonfirmasi bergejala.

Para pasien positif di Kabupaten Cirebon diketahui lebih banyak merupakan kontak erat dari pasien positif sebelumnya. Jumlahnya mencapai 323 pasien, sedangkan 32 pasien lainnya terkonfirmasi positif setelah melakukan perjalanan.

"Dari jumlah 565 kasus, 26 pasien meninggal dunia," katanya.

Sementara, 341 pasien masih menjalani perawatan, baik di rumah sakit maupun karantina mandiri. Sebanyak 198 pasien lainnya dinyatakan pulih.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers