web analytics
  

Ugal-ugalan di Pasupati, Gerombolan Pemotor Ditindak Polisi

Rabu, 16 September 2020 14:43 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Ugal-ugalan di Pasupati, Gerombolan Pemotor Ditindak Polisi, Jalan Layang Pasupati,Motor Bandung,Kriminal Bandung,Pemotor Bandung,Polrestabes Bandung,Motor Jalan Pasupati

Tangkapan layar video ugal-ugalan sekelompok remaja bermotor di Jalan Layang Pasupati. (ist)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Petugas kepolisian menangkap sejumlah remaja yang terlibat konvoi motor di Jalan Layang Pasupati, Kota Bandung, Jumat (11/9/2020). Di jalan tersebut mereka ugal-ugalan sampai menghambat laju lalu lintas.

Aktivitas gerombol pemotor ini terekam dalam sebuah video berdurasi sekitar 30 detik. Dalam video, terlihat puluhan remaja bersikap arogan dengan memainkan gas motor sampai bising knalpot terdengar. Selain itu, mereka mengimbarkan bendera sambil bersorak-sorak dan menutup jalan layang.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan, petugas kepolisian menerima laporan dari warga terkait tindakan kelompok bermotor yang meresahkan.

"Saat itu banyak komplain pengaduan dari masyarakat soal rombongan kelompok bermotor yang urakan, membawa bambu, berkeliling Kota Bandung, dan menutup jalan sehingga pemakai jalan tidak bisa lewat," ujarnya, Rabu (16/9/2020).

Ulung menjelaskan, petugas sempat bertindak tegas kepada kelompok pemotor tersebut dengan cara mengejar, membubarkan, dan sempat mengamankan beberapa remaja.

"Saat dibubarkan mereka kocar-kacir. Sempat ada yang ditangkap dan diamankan di Polrestabes Bandung. Saat ditangkap ada yang terjatuh," katanya.

Beredar kabar bahwa terjadi penganiayaan terhadap salah satu remaja kelompok tersebut. Polisi menuturkan jika konvoi yang mereka lakukan memang mengganggu keamanan dan ketertiban.

"Saat ditanya pada mereka, mereka mengaku terjatuh saat sedang dibubarkan oleh anggota. Kalaupun ada penganiayaan oleh oknum anggota kami, akan kami dalami," ujar Ulung.

Ulung menegaskan, tindakan mereka sangat meresahkan warga, ditambah dengan melalukan penutupan jalan sebagai akses masyarakat beraktivitas.

"Makanya mereka yang berkonvoi akan kami panggil lagi, mereka akan kami mintai keterangan karena perbuatan mereka ini merupakan tindak pidana dan meresahkan, sampai menutup jalan raya," tegas Ulung.

Kedepannya, ujar Ulung, polisi akan bertindak tegas dalam mengatasi kejadian seperti itu demi memberikan kenyamanan kepada masyarakat.

"Makanya, karena banyak yang protes dan mengeluhkan penutupan jalan karena konvoi berandal itu, kami akan panggil lagi para pelaku untuk dimintai keterangan," tambahnya

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers