web analytics
  

22 Persen Warga Ikut Sensus Online, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung Lakukan Verifikasi

Rabu, 16 September 2020 13:03 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bandung Raya - Bandung, 22 Persen Warga Ikut Sensus Online, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung Lakukan Verifikasi, Sensus Penduduk Kota Bandung,Sensus Penduduk 2020 (SP2020)

Wali Kota Bandung Oded M. Danial melakukan verifikasi data penduduk. (Humas Pemkot Bandung)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung terus melakukan verifikasi data penduduk. Tidak hanya warga yang mengikuti sensus secara daring (online), jumlahnya sekitar 22 persen, verifikasi juga menyasar warga yang melakukan sensus konvensional.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung Aris Budiyanto menyatakan, verifikasi dilakukan untuk pemutakhiran data penduduk sebagai penerima manfaat pembangunan. Langkah ini penting karena pergerakan data kependudukan cukup dinamis.

"Kependudukan ini dinamikanya tinggi. Ada yang lahir, ada yang meninggal, lalu ada yang datang dan pindah. Jadi penduduk ini nanti diketahui apakah punya NIK atau tidak, untuk de jure dan de facto," kata Aris, Rabu (16/9/2020), mengutip siaran pers Humas Kota Bandung.

Dijelaskan Aris, verifikasi data berlangsung sampai 25 september 2020. Targetnya di seluruh Kota Bandung ada 10 ribuan SLS (Satuan Lingkungan Setempat). Dari 2,5 juta penduduk yang terdata tahun 2019 lalu, sebanyak 538 ribu orang atau 22,18 persen telah mengikuti sensus daring (online).

"Penduduk yang ikut sensus online dan tidak online semuanya diverifikasi karena untuk mengetahui dinamika kependudukan," ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial tetap mengikuti pemeriksaan data dan verifikasi Sensus Penduduk 2020 oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam sesi wawancara, Oded memaparkan bahwa tidak ada perubahan dari data kependudukannya selama dua tahun tinggal di wilayah Kelurahan Balong Gede, Kecamatan Regol.

"Pendataan itu hanya memverifikasi hal yang ada di dalam data penduduk," ucap Oded di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum.

Oded mengungkapkan, saat ini yang berbeda hanyalah keluarganya tengah berkumpul mengingat situasi pandemi Covid-19. Dua orang anaknya yang tengah menempuh pendidikan pesantren di luar kota kini masih mengikuti sistem pembelajaran jarak jauh.

"Saya di sini cuma tinggal 5 orang, yaitu saya, Umi, anak tiga. Satu (tinggal) di sini dan yang dua sesungguhnya (tinggal) di pesantren. Satu di Subang dan yang bungsu di Tasikmalaya. Tapi karena sekarang lagi pandemi Covid-19 jadi masih kumpul. Mungkin kalau besok-besok sudah mulai lagi ya ke pesantren lagi," terangnya. 

Editor: Tri Joko Her Riadi
dewanpers