web analytics
  

Bukan Dihisap, Begini Dampak Rokok jika Dimakan

Rabu, 16 September 2020 12:17 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Bukan Dihisap, Begini Dampak Rokok jika Dimakan, rokok,bahaya rokok,dampak merekok,rokok dimakan

ilustrasi rokok (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Menghisap rokok membawa dampak buruk terhadap tubuh. Lantas bagaimana dampak kesehatan bila rokok tersebut bukan dihisap, tetapi dikunyah lantas dimakan?

Satu batang rokok umumnya mengandung tembakau dengan kadar 20 miligram nikotin di dalamnya. Saat dimakan, total nikotin itu akan masuk utuh ke dalam tubuh.

Ini tentu berbeda saat rokok dibakar dan dihisap, sebatang rokok yang terhisap akan menyumbang sekitar 1,5 miligram nikotin, seperti diwartakan The Daily Mail, Rabu (16/9/2020).

Jadi, bisa dipastikan saat dimakan, sebatang rokok berisiko membuat orang jatuh sakit karena asupan nikotin yang berlebih, bahkan besar kemungkinannya ia akan muntah sebelum seluruh nikotin itu tercerna.

Sebuah kasus pernah terjadi, seorang memakan 75 batang rokok dengan kandungan 1.500 miligram nikotin sebagai upaya bunuh diri. Namun ia berhasil selamat dan membagikan kisahnya. Ia mengaku muntah sebelum merasakan kerusakan permanen di tubuhnya.

Tapi muntah bukan berarti Anda akan baik-baik saja setelah menelan 1 bungkus atau 20 batang rokok, Anda akan mengalami efek samping keracunan nikotin.

Bersamaan dengan muntah, Anda juga akan mengalami efek berupa sakit perut parah yang berlangsung selama berhari-hari.

Sementara itu, mengutip Alodokter, nikotin bisa menimbulkan efek kesenangan sementara di otak yang membuat seseorang ketergantungan. Akibatnya, orang yang kecanduan nikotin akan merasa cemas dan mudah marah jika tiba-tiba tubuhnya tidak mendapatkan asupan nikotin.

Setiap kali nikotin yang masuk ke tubuh terserap darah dan menuju otak, nikotin akan merangsang pelepasan dopamin, salah satu hormon bahagia yang membantu memperbaiki suasana hati dan menimbulkan rasa puas.

Sedangkan racun yang terkandung dalam rokok menyebabkan individu yang kecanduan nikotin memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung, stroke, dan kanker dibanding mereka yang tidak merokok.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers