web analytics
  

Dirut Bank Banten Fahmi Bagus Positif Covid-19 Sampai Hilang Indra Penciuman

Selasa, 15 September 2020 18:12 WIB
Bisnis - Finansial, Dirut Bank Banten Fahmi Bagus Positif Covid-19 Sampai Hilang Indra Penciuman, Bank Banten,Dirut Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa,Posiif Covid-19

Dirut Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa. (Ist)

BANTEN, AYOBANDUNG.COM -- Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa menceritakan sampai kehilangan indra penciuman karena positif corona. Bahkan dia merasakan sesak nafas.

Hal itu diceritakan Fahmi dalam pesan singkat di Aplikasi WhatsApp.

Kini Fahmi sedang menjalani perawatan di salah satu Rumah Sakit yang ada di Bandung. Sudah 7 hari dirawat.

Selain dirinya, turut terpapar pula anak dan ibu dari Fahmi Bagus.

Menurutnya, terkonfirmasi positif dirinya dan keluarga setelah dilakukan tracking usai salah satu teman anaknya terlebih dahulu terkonfirmasi positif covid-19.

"Saya bingung. Tapi memang ada teman anak saya yang sepertinya terpapar. Dan saya kena tracking, oleh karena itu saya di swab sekeluarga. Hasilnya, saya, anak saya dan ibu saya positif dan harus dirawat di Rumah Sakit," terangnya, Selasa (15/9/2020).

Saat ini dirinya memang merasakan sakit. Seperti batuk kering, flu, sesak nafas dan kehilangan penciuman.

Meski begitu, hal itu tidak berdampak terhadap operasional dari Bank Banten itu sendiri.
Dikarenakan masih ada dua direksi yang sementara memback-up tugas-tugasnya.

"Masih ada dua direksi yang lain yang menghandle urusan kantor," ujarnya.

Sebelumnya Fahmi menulis postingan melalui akun instagram pribadinya @fahmibagusmahesa tertanggal 10 September 2020 lalu.

Dalam postingannya, Fahmi menuliskan bahwa adanya lonjakan kasus covid-19 mengharuskan adanya kewaspadaan yang berlebih untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Tak lupa, ia pun memohon doa dan dukungannya untuk orang-orang yang terpapar covid-19, termasuk dirinya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers