web analytics
  

Warga Tak Bermasker di Cimahi Terancam Pidana

Selasa, 15 September 2020 23:09 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Cimahi, Warga Tak Bermasker di Cimahi Terancam Pidana, Masker,Cimahi

Sejumlah orang memakai masker saat keluar rumah untuk mencegah terjangkit Covid-19. (Kavin Faza)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Pelanggar protokol kesehatan selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Kota Cimahi terancam sanksi pidana jika melawan petugas saat akan ditertibkan. 

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago mengatakan sanksi pidana tersebut berdasarkan maklumat Kapolri mengenai ancaman pidana bagi yang berkerumun saat pandemi Covid-19. 

Dalam maklumat Kapolri disebutkan pada Pasal 14 Ayat 1 UU Nomor 4 Tahun 1984 jika menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah diancam pidana penjara 1 tahun. Lalu di pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan menyebutkan ancaman pidana 1 tahun bagi yang tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan dan atau menghalangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan hingga menyebabkan kedaruratan kesehatan di masyarakat. 

"Sudah jelas kalau misalnya melanggar apa yang disampaikan pemerintah ada sanksi pidananya, apalagi kalau melanggar hukum sesuai maklumat Pak Kapolri," ungkap Erdi, Selasa (15/9/2020).

Beberapa larangan yang wajib dipatuhi masyarakat selama PSBM di Cimahi yakni tidak berkerumun di keramaian dan wajib menerapkan protokol kesehatan. 

"Berkerumun di tempat makan itu juga dilarang, apalagi tidak mengenakan masker, tidak menjaga jarak pasti akan ditertibkan. Nanti akan dibatasi juga soal jumlah pengunjung di restoran dan angkutan umum," katanya.

Sementara itu pihaknya bersama petugas gabungan juga melakukan operasi yustisi di pusat keramaian Kota Cimahi, salah satunya di kawasan Alun-alun. 

"Sekarang kita sedang melakukan pendisiplinan dengan operasi yustisi. Apabila di jalan ditemukan ada yang tidak bermasker, akan dilakukan tindakan tegas. Sanksi mulai dari teguran, pendataan KTP mereka, lalu ada sanksi terberatnya pidana," jelasnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers