web analytics
  

2 Calon Ketua IKA Unpad Mengundurkan Diri, Ini Alasannya

Selasa, 15 September 2020 23:06 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bandung Raya - Bandung, 2 Calon Ketua IKA Unpad Mengundurkan Diri, Ini Alasannya, IKA Unpad,Unpad

IKA Unpad. (Istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kontestasi Pemilihan Ketua Alumni Universitas Padjajaran (Unpad) diwarnai dengan aksi pengunduran diri dua calon ketua, yakni Ary Zulfikar dan Ferry Kurnia. 

Keduanya menyatakan mundur dari pencalonan ketua IKA Unpad setelah melihat Panitia Mubes (Musyawarah Besar) Alumni dinilai mengebiri hak-hak alumni dalam proses pemilihan Ketua IKA. Dengan mengubah  model pemilihan dari yang sebelumnya mengakomodir suara setiap alumni, one man one vote dengan sistem perwakilan melalui Komfak dan Komda.

Arie Budiman, Ketua Tim Pemenangan Azoo (Ary Zulfikar) mengatakan panitia Musyawarah Besar IKA Unpad memberikan contoh yang tidak baik dalam demokrasi.

“Panitia malah mencabut hak seluruh alumni untuk memilih. Pemilihan dilakukan hanya oleh segelintir orang yang berlabel komfak dan komda yang tidak dapat dijadikan representasi alumni,” jelasnya dalam siaran pers, Selasa (15/9/2020).

Di saat para alumni sudah tergerak membangun kecintaan dengan almamaternya, dengan mudahnya hak tersebut dicabut oleh panitia.

Arie menambahkan keikutsertaan Azoo dalam Pemilu Raya didasarkan pada Surat Keputusan Panitia Mubes pada tanggal 20 Februari 2020 (SK No. 006/MUBES/IKA-UNPAD/II/2020) secara jelas dikatakan berdasarkan Pasal 2, bahwa sistem pemilihan menggunakan one man one vote dan tidak dapat diwakilan.

“Sehingga menjadi aneh, sekarang panitia menggunakan sistem perwakilan saat kontestasi sudah diujung pemilihan,” jelasnya.

Pihaknya merasa sangat kecewa dengan putusan tersebut, karena telah terjadi praktek pembajakan dan pengerdilan demokrasi dengan menyingkirkan hak seluruh alumni Universitas Padjadjaran.

“Ini bukan soal menang kalah, yang kami inginkan adalah  sebuah pemilihan yang sopan, jujur, transparan, demokratis,” tambahnya.

Karena itu Azoo tetap memegang teguh pada prinsip one man one vote, melibatkan partisipasi seluruh alumni, bukan hanya perwakilan segelintir alumni yang berlabel komda dan komfak.Dengan berubahnya sistem pemilihan, maka tidak ada pilihan bagi Azoo untuk meneruskan kontestasi.

"Kang Azoo menyatakan mengundurkan diri,” tegas  Arie.

Pihaknya tidak lagi ikut dalam proses Pemilu yang diselenggarakan oleh Panitia Mubes yang hanya melibatkan komfak dan Komda dalam proses pemungutan suara.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers