web analytics
  

Disbudpar KBB Perketat Wisatawan ke Lembang

Selasa, 15 September 2020 21:47 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Disbudpar KBB Perketat Wisatawan ke Lembang, Disbudpar KBB,Wisatawan,Lembang

Objek wisata di Lembang. (Tri Junari)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memperketat pengawasan masuknya wisatawan dari luar Jawa Barat yang berkunjung ke tempat wisata khususnya di wilayah Lembang

Ini terkait dengan kembali diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Jakarta akibat masih banyaknya temuan kasus Covid-19, sehingga untuk sementara waktu aktivitas warga Jakarta dibatasi.

"Selama ini warga Jakarta yang wisata ke KBB khususnya Lembang di hari libur atau akhir pekan sangat dominan. Makanya dengan masih tingginya angka COVID-19 dan adanya PSBB di Jakarta, maka kami akan memperketat pengawasan di tempat-tempat wisata," tereng Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan KBB, Sri Dustirawati, Selasa (15/9/2020).

Dia menyebutkan, hingga kini belum ada instruksi dari Gubernur Jabar yang melarang wisatawan luar Jabar untuk masuk seperti saat PSBB pertama diterapkan. Saat objek wisata ditutup sejak 1 April sampai dibuka 13 Juni 2020, wisatawan luar Jabar belum dibolehkan masuk. Baru pada 1 Juli 2020 wisatawan luar Jabar diperbolehkan berwisata ke berbagai objek wisata di Jabar termasuk Lembang

Disinggung apakah perlu ada surat keterangan swab atau rapid test kepada wisatawan yang datang, belum ada arahan kebijakan sampai sana. Namun yang jelas protokol kesehatan bakal semakin diperketat bukan hanya berlaku ke wisatawan tapi juga ke karyawan di tempat wisata untuk disiplin menjalankan prosedur pencegahan Covid-19. Begitupun ke objek wisata skala kecil yang dikelola Pokdarwis atau komunitas yang pengunjungnya lokal, akan diterapkan prosedur yang sama. 

"Pastinya kondisi itu (PSBB) akan berpengaruh ke sektor wisata. Sekarang aja rata-rata tempat wisata hanya dikunjungi tamu sekitar 30% di saat weekend, padahal pemerintah sudah membolehkan hingga 50% dari kapasitas kawasan. Kalau dari data yang kami rangkum wisatawan ke KBB baru mencapai 1,2 juta dari 4,8 juta pada periode yang sama di tahun lalu," terangnya yang didampingi Kabid Pariwisata David Oot. 

Sementara itu owner Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC) Eko Supriyanto mengaku, meski PSBB Jakarta diberlakukan mulai Senin (14/9/2020), namun dampak kunjungan wisatawan sudah dirasakan sejak Kamis (10/9/2020). Faktanya, kunjungan wisatawan ke tempatnya mengalami penurunan hingga 40% di saat akhir pekan lalu. Dirinya layak untuk khawatir mengingat sebagian besar wisatawan yang ke tempatnya berasal dari wilayah Jakarta dan sekitarnya. 

"Selama pandemi Covid-19, kunjungan wisatawan paling 200 orang padahal saat normal bisa mencapai 1.000. Bagi pelaku usaha pariwisata kondisi ini sangat berat dan jika berkepanjangan bukan tidak mungkin bakal mengancam kehidupan sektor pariwisata," imbuhnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers