web analytics
  

IDI Jabar : Tenaga Medis Sudah Bekerja Melebihi Jam Tugasnya

Selasa, 15 September 2020 12:55 WIB
Umum - Regional, IDI Jabar : Tenaga Medis Sudah Bekerja Melebihi Jam Tugasnya , Tenaga Medis,Insentif Tenaga Medis Corona,Tenaga Medis Covid-19,IDI Jabar

Ilustrasi--Tenaga Medis (Istimewa)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Banyaknya tenaga medis yang meninggal karena terpapar Covid-19 di saat mereka bertugas sangat mengkhawatirkan. Padahal, mereka adalah garda terdepan dalam penanganan pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit maupun tempat isolasi.

Hingga saat ini sudah 100 lebih tenaga medis yang tumbang akibat Covid-19. Angka tersebut bahkan bisa bertambah jika masyarakat abai menerapkan protokol kesehatan dalam kesehariannya.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Barat Eka Mulyana mengatakan tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 di berbagai daerah sudah bekerja melebihi jamnya. Ketika hal tersebut dilakukan setiap hari jelas berbahaya pada kekebalan tubuh petugas.

Kondisi tersebut, kata dia, bisa membahayakan tenaga medis lebih mudah terpapar virus corona. Ketika tenaga medis ikut terpapar maka jumlah pekerja yang melayani pasien Covid-19 di sebuah rumah sakit atau fasilitas kesehatan pun jelas berkurang.

"Tenaga medis sekarang bukannya ingin diperhatikan yah. Tapi beban kerja bertambah padahal risiko lebih tinggi. Sehingga daya tahan medis juga turun, ada capeknya," kata Eka.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat (Jabar) yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Ridwan Kamil mengatakan, tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 di Jabar sekitar 44 persen. Namun angka ini bisa bertambah seiring bertambahnya kasus terkonfirmasi positif di wilayah Bodebek (Kota Bogor, Bekasi, Depok, serta Kabupaten Bogor, dan Bekasi)

Gugus Tugas Jabar sedang mematangkan opsi rujukan pasien antarkabupaten/kota sehingga pasien Covid-19 dapat ditangani dengan cepat. "Di Bodebek yang paling mengkhawatirkan (keterisian rumah sakit) adalah Kota Depok. Tapi di Kabupaten Bogor, kondisi masih sangat terkendali karena masih di bawah 40 persen (tingkat keterisian rumah sakit)," katanya.

Dalam kondisi ini, Gugus Tugas Jabar menggagas sebuah kebersamaan dalam penanganan kasus. Misalnya, ketika Depok kewalahan menangani pasien baru, maka Kabupaten Bogor bisa menerima pasien yang KTP-nya di Depok.

Emil pun akan meninjau sejumlah fasilitas kesehatan di Bandung, Bogor, dan Depok. "Dari sana, kami akan membuat upaya penguatan dan pemetaan," katanya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers