web analytics
  

Pemerintah Diminta Gencar Edukasikan Program Pemulihan Ekonomi Nasional

Selasa, 15 September 2020 11:25 WIB Adi Ginanjar Maulana
Umum - Nasional, Pemerintah Diminta Gencar Edukasikan Program Pemulihan Ekonomi Nasional, Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),COVID-19,UMKM,Ekonomi & Bisnis

Ilustrasi (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah diminta gencar melakukan edukasi mengenai dana program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang ditempatkan di beberapa bank kepada masyarakat.

Seperti diketahui, dana program PEN tersebut berupa penyaluran kredit bukan berbentuk dana hibah.

Ekonom dari SBM ITB, Anggoro Budi Nugroho, mengatakan pemerintah perlu memetakan secara spesifik penyaluran kredit dari program PEN.

"Lakukan segmentasi kondisi usaha. Petakan ulang, mereka yang punya rekaman buruk 1-3 tahun terakhir dalam pengembalian kredit macet dikecualikan," ujarnya, Selasa (15/9/2020).

Menurutnya, pemerintah perlu mengutamakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang omzet lancar dan return on asset (ROA) bersihnya di atas 1%-2%.

"Keutamaan sejarah lancar kredit itu nomor 1 sekalipun aset dan omzet belum besar. Karena hal ini yang menentukan disiplin pasar perbankan," katanya.

Di samping itu, kata dia, saat pemerintah berurusan segmen UMKM maupun menengah ke bawah harus siap dengan risiko ‘trickle-down’ atau efek sinterklas.

Oleh karena itu, pemerintah sebaiknya berpikir konservatif siap dengan risiko terburuk PEN dan bank-bank menggunakan jasa asuransi.

"Kalau dianggap hibah akan bermasalah, jadi nantinya akan dianggap oleh mereka (UMKM) sebagai cash fransfer seperti program Bolsa Familia di Brasil," ujarnya.

Bolsa Familia sendiri merupakan program kesejahteraan sosial yang dilancarkan oleh pemerintah Brasil. Program ini merupakan bagian dari program bantuan federal Fome Zero.

Bolsa Família memberikan bantuan keuangan untuk keluarga Brasil yang miskin; bila mereka punya anak, mereka harus memastikan bahwa anak mereka masuk sekolah dan divaksinasi.

Program ini berupaya mengurangi kemiskinan dengan memberikan uang kas sebagai solusi jangka pendek dan menambah modal manusia di antara orang-orang miskin melalui transfer kas kondisional sebagai solusi jangka panjang.

Program ini juga menggratiskan pendidikan untuk anak-anak yang tidak mampu untuk menunjukkan pentingnya pendidikan.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers