web analytics
  

Pemkot Bekasi Izinkan Hotel Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Senin, 14 September 2020 19:47 WIB Firda Puri Agustine
Umum - Regional, Pemkot Bekasi Izinkan Hotel Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19, Pemkot Bekasi,Bekasi,Pusat Isolasi Mandiri Covid-19,Isolasi mandiri Bekasi

Ilustrasi hotel. (Unsplash/Marten Bjork)

BEKASI SELATAN, AYOBEKASI.NET – Pemerintah Kota Bekasi menyatakan siap menjalankan kebijakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang membolehkan hotel dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menjelaskan bahwa dengan adanya kebijakan tersebut, maka kapasitas tempat isolasi menjadi lebih banyak. Selain hotel, pihaknya juga menyiapkan Stadion Patriot Candrabhaga sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 di Kota Bekasi.

“BNPB mengabari bahwa ada kebijakan bisa memakai hotel (untuk isolasi). Nanti dibayar BNPB, nah kalau gitu kan enak,” kata pria yang akrab disapa Pepen itu di Stadion Patriot Candrabhaga, Senin (14/9/2020).

Dia mengklaim, hotel-hotel yang ada sudah siap dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19 dan bisa digunakan mulai pekan ini. Namun, dia masih perlu menunggu petunjuk teknis terkait hal itu.

“Kalau di sini mungkin bisa (digunakan) minggu ini. Tapi, petunjuk teknisnya harus jelas dulu. Ini kita masih menunggu (petunjuk teknis),” ujarnya.

Lebih lanjut Pepen mengatakan, nantinya bukan hotel bintang empat ke atas yang akan dipakai, melainkan bintang dua dan tiga. Selain itu, pasien juga tidak boleh memiliki penyakit bawaan.

“Iya-lah harus non-komorbid. Kalau yang komorbid atau ada penyakit bawaan tetap dirawat di rumah sakit,” kata Pepen.

Sebelumnya, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memilih fokus pada kebijakan Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB) ketimbang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan secara ketat oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Salah satunya adalah dengan mengizinkan restoran hingga Alun-alun Kota Bekasi beroperasi secara normal. Demikian juga halnya dengan kantor dan mal yang juga tetap dibuka.

“Kita perhatikan juga ekonomi masyarakat ini harus tetap jalan. Saya evaluasi secara rasional misal kantor kita (ada karyawan kena Covid-19), kita tidak tutup kantornya, tapi ambil penyakitnya,” ujarnya.

Editor: Andres Fatubun
dewanpers