web analytics
  

Liverpool Datangkan Penjaga Gawang Berusia 17 Tahun Calon Pengganti Alisson

Senin, 14 September 2020 19:35 WIB Republika.co.id
Olahraga - Sepak Bola, Liverpool Datangkan Penjaga Gawang Berusia 17 Tahun Calon Pengganti Alisson, Jadwal Pertandingan Liga Utama Inggris,Liga Utama Inggris,Liga Utama Inggris 2020,Liverpool vs Tottenham,Liverpool Menang,Liverpool,Napoli vs Liverpool,Chelsea vs Liverpool

Penjaga gawang Liverpool Alisson Becker. (@LFC)

LIVERPOOL, AYOBANDUNG.COM -- Kiper Liverpool, Alisson bisa dibilang sedang berada di puncak kejayaannya. Namun The Reds tampaknya mencoba merekrut pemain muda dari negara asalnya di Brasil, Marcelo Pitaluga.

Pitaluga masih berumur 17 tahun dan kesepakatan antara Liverpool dan klubnya, Fluminense tercapai. Liverpool akan membayar dana awal sebesar satu juta pound untuk membawanya ke Inggris.

Jurnalis asal Brasil, Rodrigo Calvozo mengungkapkan semua kiper muda berkiblat pada Alisson. Dengan bergabungnya Marcelo, keduanya bisa menjadi investasi bagi Liverpool.

Marcelo memang belum memiliki pengalamannya di tiim utama. Namun dengan prestasinya di tim junior dan darah campuran Brasil Jerman yang sama seperti Alisson, tentu bisa jadi keuntungan baginya ketika berada di Inggris.

"Marcelo selalu disebut sebagai salah satu prospek terbesar di Fluminense, tapi dia tidak pernah punya kesempatan di tim senior. Dengan talentanya yang menjanjikan, dia bisa bergabung dengan skuad profesional dan menjadi opsi keempat kiper," kata Calvozzo dilansir dari laman Liverpool Echo.

Marcelo sempat berada di daftar susunan pemain di dua laga. Namun dia tidak sempat melakukan debut profesionalnya. Calvozzo menilai, Marcelo menunjukkan kualitas yang dimilikinya.

Dengan pengejaran Liverpool pada pemain muda membuat tren mengorbitkan pemain muda semakin menjadi. Klub memberi kesempatan pada pemain muda untuk bermain di kompetisi papan atas dan membuktikan kemampuannya.

Namun dibalik itu, Calvozzo menilai ada kerugian yang diterima baik oleh Brasil maupun klub lokal. Dimana klub lokal terlalu mudah tergiur tawaran klub Eropa sehingga tidak bisa berkomitmen dengan pemain mereka.

"Aspek lain adalah pada tim nasional kami, karena kami menganggap pemain Brasil kehilangan gaya bermainnya karena lebih menyesuaikan dengan sepak bola Eropa," katanya.

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers