web analytics
  

Sepanjang 2020, Diskar PB Kota Bandung Selamatkan Aset Senilai Rp161 Miliar

Senin, 14 September 2020 18:11 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Sepanjang 2020, Diskar PB Kota Bandung Selamatkan Aset Senilai Rp161 Miliar , Diskar Kota Bandung,Kebakaran di Bandung,Kebakaran

Kepala Bidang Kesiapsiagaan Operasi Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, Yusuf Hidayat, (ayobandung/Fichri Hakiim)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Di sela-sela kesibukannya sebagai Kepala Bidang Kesiapsiagaan Operasi Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, Yusuf Hidayat, menerima wartawan ayobandung Fichri Hakiim untuk berbincang soal penyebab kebakaran dan hal lainnya.

Kepada ayobandung, Yusuf, menjelaskan penyebab kebakaran sebenarnya akibat kelalaian manusia. Namun, ia juga mengapresiasi perhatian warga yang cepat melaporkan kejadian kebakaran begitu melihat api.

Yusuf juga menyampaikan terima kasih kepada warga Kota Bandung yang dinilainya sebagai garda terdepan dalam penyelamatan dan penanganan dini kebakaran.

Berikut adalah petikan wawancara selengkapnya.

Siang Pak Yusuf, bisa dijelaskan mengenai penyebab utama kebakaran di Kota Bandung dan berapa jumlahnya dalam beberapa tahun terakhir?

Baik. Jadi begini, kebakaran di Kota Bandung disebabkan oleh banyak hal. Kita bicara penyebabnya dulu ya. Ada yang berdasarkan dari aliran listrik tetapi disebabkan oleh kelalaian manusia. Ada dari kebocoran gas, ada dari puntung rokok yang dilemparkan ke alang-alang yang mudah terbakar. Atau adanya pembakaran sampah yang berlebihan di pemukiman hingga tak terkendali. Selain itu arus pendek listrik.

Nah semua ini disebabkan oleh kelalaian manusia. Kenapa saya katakan kelalaian manusia. Misalnya soal listrik. Listrik itu kan sudah ada kapasitasnya, tetapi manusia menggunakannya secara berlebihan. Seharusnya colokan itu dipakai satu, tapi ini dipakai hingga tiga. Hal akan membuat volume listrik yang berlebihan. Contoh lain, sampah dibakar secara berlebihan oleh manusia di tempat yang mudah terbakar, terus membuang puntung rokok di sampah atau alang alang yang kering. Itu kan kelalaian.

Nah dari semua ini, jumlah kebakaran yang terjadi di Kota Bandung dalam beberapa tahun terakhir bisa saya sebutkan. Tahun 2017 terjadi 198 kasus kebakaran, tahun 2018 ada 258 kasus, untuk 2019 ada 272 kasus, dan tahun 2020 hingga Agustus ini sudah tercatat sekitar 130 kasus. Mudah mudahan tidak terjadi lonjakan atau kebakaran lagi. Kami berusaha minimalisir, dalam artian memberikan sosialisasi, informasi dan penyuluhan kepada masyarakat. Karena masyarakat merupakan garda terdepan untuk penanganan dini. Jangan sampai kebakaran itu yang tadinya kecil menjadi besar. Kami dari dinas kebakaran tidak bosan-bosannya terus mensosialisasikan dan memberikan pelatihan pelatihan kepada masyarakat.

Mengenai ketersediaan hidran, apakah saat ini kondisnya sudah memadai?

Sebenarnya titik hidran di Kota Bandung itu banyak. Kurang lebih ada 200, tetapi yang berfungsi hanya sedikit seperti di Jalan Cikapayang, Supratman ada dua, terus di Kordon, jadi ada lima mungkin yang aktif itu. Perlu saya jelaskan juga mengapa sebagian besar hidran itu tidak aktif atau kurang berfungsi dengan baik. 200 hidran ada yang dibuat pada zaman Belanda ada yang dibuat beberapa tahun terakhir. Nah yang zaman Belanda tidak aktif karena beda fungsi hidrannya. Contoh di Padjajaran, ada hidran tapi tekanannya tidak maksimal. Sedangkan air yang disuplai ke kendaraan ini harus deras arusnya.

Soal unit mobil damkar, berapa jumlah yang dimiliki oleh Damkar Kota Bandung?

Perlu diketahui, bahwa dinas kebakaran dan penanggulangan bencana Kota Bandung ini memiliki beberapa pos atau wilayah manajemen kebakaran, atau dikenal dengan OPD. Satuan perangkat kerjanya adalah UPT Unit Pelaksana Teknis Dinas yaitu ada 4 UPT, UPT Timur, Barat, Selatan dan Utara. Fungsi UPT ini agar memberikan pelayanan secara cepat kepada masyarakat karena kita memiliki respons time yaitu 15 menit sampai tujuan. Jumlah kendaraan di kota Bandung, tadi dikatakan ada 4 UPT ditambah di pusat ini jadi ada lima pos ya. Keseluruhan di Kota Bandung ini kita memiliki kurang lebih 52 kendaraan.

Lalu, bagaimana dengan jumlah personelnya?

Ada sebanyak 339 orang, terbagi di beberapa UPT. Sedangkan, kebutuhan kita harusnya ada 700 orang karena luas Kota Bandung itu luasnya kurang lebih 16 hektare. Namun, itu bukan hambatan bagi kami.

Tadi Bapak menyinggul soal peran masyarakat, apa yang ingin Bapak sampaikan?

Jadi yang saya maksud soal masyarakat itu adalah perannya. Misalnya saja tahun ini sudah terjadi 130 kasus kebakaran. Tapi alhamdullilah, karena peran serta masyarakat yang ikut terlibat dalam tindakan dini, dalam 130 kasus tersebut tidak ada korban meninggal dunia.

Kami menganggap masyarakat menjadi garda terdepan dalam penyelamatan dan penanganan kebakaran. Kami memberikan keterampilan kepada masyarakat, keahlian, pengetahuan dalam menangani kebakaran. Intinya, jangan sampai mereka tidak peduli ketika melihat api.

Contohnya bila terjadi kebakaran kompor, maka bisa dipadamkan dengan karung basah atau kain basah. Minimal seperti itu. Lebih dari itu bisa menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Lalu bagian yang terpenting adalah menelfon ke dinas pemadam kebakaran. Dari 130 kasus kebakaran tahun ini, yang sudah dipadamkan oleh masyarakat sebanyak 38 kali. Sedangkan kejadian yang ditangani oleh dinas pemadam kebakaran sebanyak 92 kali. Catatan lainnya, meski sudah berhasil dipadamkan warga, kami tetap datang ke lokasi kejadian untuk melihat dan memberikan pembekalan pengetahuan kepada warga. Saya berterimakasih kepada masyarakat Kota Bandung yang memiliki tingkat kesadaran dan kepeduliannya yang tinggi. Penanganan api dini ini sangat penting

Bicara soal kerugian tahun ini saja, kira-kira berapa nilainya?

Ini dalam taksiran ya. Sampai dengan bulan Agustus kurang lebih kerugian mencapai Rp16 miliar. Ingat ini adalah taksiran kami di lapangan. Data tersebut kami dapatkan dari wawancara dengan korban pemilik rumah atau bangunan. Kerugiannya berapa? yang terselamatkan berapa?

Kemudian yang terselamatkan, bagaimana menghitungnya? Ya kita hitung beberapa rumah di sekeliling titik kebakaran. Kita lihat beberapa rumah di sisi kiri, kanan, depan, belakang, kita hitung jumlah materi yang terselamatkan.

Jika ditotal, saya perkiarakan kami telah menyelamatkan aset senilai Rp161 miliar.

Selain kebakaran, apakah Damkar Kota Bandung punya tugas lain?

Perlu diketahui oleh warga Bandung, sekarang dinas damkar dapat melakukan penolongan non kebakaran. Contohnya bila ada ibu-ibu yang pakai cincin, kemudian cincinnya itu susah dibuka, nah itu kami tolong. Contoh lain non kebakaran adalah animal rescue dan traffic accident. Bagaimana kalau traffic accident itu? Misalnya ada korban kecelakaan yang terjepit, kemudian kita bantu dengan alat-alat yang kami miliki. Sedangkan animal rescue itu seperti adanya sarang tawon yang dinilai meresahkan warga, atau ada hewan liar seperti ular masuk ke rumah.

Hal terakhir yang ingin Bapak sampaikan?

Jika terjadi kebakaran jangan ragu menghubungi kami di 022-7207113. Perlu diingat, dinas pemadam kebakaran selama melayani masyarakat tidak dipungut biaya. Masyarakat jangan takut untuk melapor.

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers