web analytics
  

Covid-19 Capai 534 Kasus, ASN di Kabupaten Cirebon Kembali WFH

Senin, 14 September 2020 13:46 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Covid-19 Capai 534 Kasus, ASN di Kabupaten Cirebon Kembali WFH , ASN WFH,ASN Cirebon,Corona Cirebon,Kasus corona Cirebon,WFH Cirebon

Ilustrasi ASN. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon kembali memberlakukan pola bekerja di rumah/work from home (WFH) bagi sebagian aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan ini diambil menyusul terus membengkaknya angka kasus Covid-19 di daerah tersebut.

Sampai Senin (14/9/2020) tercatat ada 534 kasus positif di Kabupaten Cirebon. Wilayah ini sudah termasuk zona risiko sedang. Dari jumlah itu, sebanyak 25 pasien meninggal dunia, 311 pasien masih dalam perawatan di rumah sakit maupun karantina mandiri, dan 198 pasien telah pulih.

Sejumlah kluster baru bermunculan seperti BPR dan bank swasta. Diketahui, sedikitnya 35 ASN di lingkungan Pemkab Cirebon belakangan terdeteksi positif Covid-19.

Ke-35 ASN yang terdeteksi positif dalam hasil tes usap itu dari beragam instansi, masing-masing Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Cirebon, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB P3A), Dinas Komunikasi dan Informasi, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Inspektorat, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pendidikan.

Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon Enny Suhaeni menyebut, rata-rata pembengkakan kasus terjadi karena adanya kontak antara pasien positif sebelumnya dengan pasien baru. 

"Selain ASN, pasien positif baru datang dari berbagai macam latar belakang, seperti TNI, Polri, guru, pelajar, mahasiswa, dan lainnya, dengan rentang usia variatif, mulai balita hingga tua," tuturnya.

Mendapati pembengkakan kasus sedemikian rupa, dia menyebut, per Senin (14/9/2020) ini pegawai Dinkes maupun puskesmas memberlakukan kembali WFH. Pola ini hanya membolehkan 50% pegawai bekerja di kantor/work from office (WFO).

"Insyaallah pelayanan publik tak terganggu," kata dia.

Kepala Bagian Humas Pemkab Cirebon Nanan Abdul Manan menyampaikan, sebagian ASN di lingkungan Setda setempat pun hari ini mulai menerapkan pola WFH.

Mempertimbangkan pelayanan publik, WFH di lingkungan setda sendiri hanya berlaku bagi pegawai setingkat kepala sub bagian dan stafnya. Sementara, pegawai setingkat kepala bagian hingga yang tertinggi sekretaris daerah tetap bekerja di kantor (WFO).

"Untuk pegawai di tataran kebijakan strategis tetap bekerja di kantor, sedangkan pegawai di tataran pelaksana dan bukan pengambil kebijakan strategis bekerja di rumah," paparnya.

Sementara, dia meyakinkan, protokol kesehatan terhadap bupati selama bekerja akan diperketat. Dia memastikan, penerapan pola 50-50 pun berlaku di seluruh instansi pemerintah di lingkungan Pemkab Cirebon dengan kebijakan pembagian kerja pada masing-masing pimpinan.

"Ketentuannya, pegawai yang kerja di rumah tetap harus on call dan melaporkan kerja mereka setiap hari," tegasnya.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers