web analytics
  

Ribuan Karyawan di Purwakarta Kena PHK dan Dirumahkan

Senin, 14 September 2020 12:35 WIB Dede Nurhasanudin
Umum - Regional, Ribuan Karyawan di Purwakarta Kena PHK dan Dirumahkan, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika,Purwakarta,Pandemi Covid-19,pengangguran,PHK

Bupati Purwakarta Anne (Ayopurwakarta.com/Dede)

PURWAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengakui banyak karyawan kehilangan pekerjaan akibat dampak pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Anne saat disinggung membeludaknya para pelamar pekerjaan ke PT Metro Pearl Indonesia di Kecamatan Jatiluhur beberapa waktu lalu.

"Update terbaru belum tahu pasti, tapi memang secara komulatif ada 4.000 karyawan dirumahkan, kemudian ada 2.000 di-PHK," ujar dia ditemui usai Pelantikan Dewan Pendidikan di lingkungan Pemkab Purwakarta,Senin (14/9/2020).

Ia mengatakan, dari data tersebut menunjukan ada penambahan 6.000 masyarakat kehilangan pekerjaan, atau sebelumnya bekerja diberhentikan sementara.

"Sebelum itu juga banyak yang menganggur, sekarang ditambah lagi dengan pandemi," kata Anne.

Soal solusi, Anne berkomitmen melalui kebijakan bidang ekonomi akan mencetak para pelaku usaha kecil dan menengah, dengan memberikan stimulus atau bantuan sebagai modal awal pengembangan usaha.

Bahkan, dalam peraturan bupati dicantumkan DBH desa kurang lebih Rp29 miliar yang digulirkan, 30% komposisinya harus mendorong pelaku UMKM di setiap desa.

"Kemudian melalui Dinas Pertanian juga kita mendorong kaum milenial untuk mau bertani, karena ini satu-satunya bidang tumbuh positif 12% secara nasional, di Purwakarta juga sama," ujar Anne.

Khususnya di bidang pertanian, akan didorong melalui kemitraan dengan beberapa pihak swasta untuk mencetak petani kaum milenial.

"Alhamdulilah dibantu oleh pusat melalui Kementerian Pertanian, beberapa alat pertanian untuk mendukung hal tersebut," kata dia.

Anne menyebut bermacam upaya sudah dilakukan untuk menekan angka pengangguran di Purwakarta. Terutama pada masa pandemi banyak masyarakat kehilangan pekerjaan.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers