web analytics
  

Pengamat: Tunda Pilkada di Daerah tak Patuh Prokes Covid-19

Minggu, 13 September 2020 12:02 WIB
Umum - Nasional, Pengamat: Tunda Pilkada di Daerah tak Patuh Prokes Covid-19, Pilkada Serentak 2020,Protokol Kesehatan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendeklarasikan Pilkada serentak 2020 Damai, Aman dan Sehat. Deklarasi dilakukan di Gedong Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (10/9/2020). (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai pilkada perlu ditunda di daerah-daerah yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Pada dasarnya, menunda pilkada saat pandemi memang dianjurkan. Maka ketika hajat politik ini pelaksanaannya tidak bisa dihalangi, daerah terkait harus patuh dengan protokol kesehatan.

"Kalau mau, tunda untuk wilayah-wilayah yang memang sering melanggar protokol kesehatan itu, biar mereka itu jera lah sekaligus ini untuk memberikan efek jera terhadap kandidat, partai politik, dan tim sukses yang tidak mengindahkan itu ya anjuran-anjuran itu," kata Adi kepada Republika, Minggu (13/9/2020).

Selain itu, Adi menilai pilkada juga perlu dipertimbangkan ditunda untuk daerah-daerah yang tidak hanya merah, tapi juga di daerah yang masuk zona hitam. Dari 270 daerah yang menggelar pilkada 2020, ia mentaksir hanya sekitar 10-15% daerah yang masuk zona merah, zona hitam, dan daerah yang melanggar protokol.

"Memang harus ada kompromi. Pilkada jalan tapi untuk wilayah yang taat dan patuh terhadap protokoler, yang kedua ya wilayah yang tidak terlampau merah-merah amat. Tentu dengan standar protokol yang cukup ketat," ungkapnya.

Adi juga menyoroti kurangnya penerapan sanksi tegas bagi pelanggar protokol. Menurutnya yang terjadi selama ini pemerintah justru hanya mengancam dan mengintimidasi memberikan sanksi tegas kepada masyarakat.

"Tapi pada kenyataannya tidak ada tuh yang kena sanksi pidana gara-gara melanggar protokol kesehatan itu, tidak ada," tegasnya.

"Jadi sebenarnya regulasinya ada, UU-nya ada, peraturannya ada, ini soal implementasinya saja. Makanya untuk wilayah-wilayah yang pilkadanya tidak tertib, tidak patuh dengan protokol kesehatan itu itu layak lah untuk ditimbang ditunda, termasuk wilayah yang sudah masuk kategori zona merah dan hitam itu. Kan ada tuh daftarnya kan, tidak semua," imbuhnya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers