web analytics
  

AKB Kota Bandung: Sanksi Dipertegas, Ini 5 Hal yang Wajib Dilakukan Pengelola Mal, Toko, dan Pusat Perbelanjaan

Minggu, 13 September 2020 09:35 WIB Tri Joko Her Riadi
Bandung Raya - Bandung, AKB Kota Bandung: Sanksi Dipertegas, Ini 5 Hal yang Wajib Dilakukan Pengelola Mal, Toko, dan Pusat Perbelanjaan, AKB Kota Bandung,Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Kota Bandung,protokol kesehatan covid-19

Kasir melayani pembeli dari balik sekat plastik disalah satu pusat perbelanjaan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (9/6/2020). Sejumlah pusat perbelanjaan/swalayan mulai menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran wabah Covid-19. (Irfan Alfaritsi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Untuk menekan penularan virus corona atau Covid-19, Pemerintah Kota Bandung mempertegas penerapan sanksi dalam aturan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Terdapat lima hal yang wajib dilakukan oleh para pengelola mal, toko, dan pusat perbelanjaan sesuai protokol kesehatan. Sanksi bagi pelanggar beragam bentuknya, mulai dari teguran lisan hingga pencabutan izin usaha.

Kewajiban para pengelola mal, toko, dan pusat perbelanjaan untuk mendukung penerapan protokol kesehatan dalam AKB Kota Bandung termuat dalam Peraturan Wali Kota Bandung Nomor 37 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 yang terbit pada 3 Juli 2020. Perwal ini sedikitnya sudah dua kali mengalami perubahan dengan diterbitkannya Perwal Nomor 43 Tahun 2020 pada 30 Juli 2020, lalu menyusul Perwal Nomor 46 Tahun 2020 yang terbit pada 10 Agustus 2020.

Merujuk Pasal 14 Peraturan Wali Kota di atas, berikut lima hal yang wajib dilakukan oleh para pengelola mal, toko, dan pusat perbelanjaan dalam mendukung penerapan AKB Kota Bandung:

1. Menggunakan pembagian waktu kerja bergiliran (work in shift)

2. Membatasi waktu operasional mal, pusat berbelanjaan, dan toko modern mulai pukul 10.00 WIB sampai tutup pukul 21.00 WIB, waktu operasional toko dan pertokoan mulai buka pukul 10.00 WIB sampai tutup pukul 18.00 WIB, waktu operasional pasar tradisional mulai buka pukul 04.00 WIB sampai tutup pukul 12.00 WIB, waktu operasional pasar induk berlaku normal, waktu operasional warung, restoran, rumah makan dan café mulai buka pukul 06.00 WIB sampai tutup pukul 21.00 WIB, serta waktu operasional restoran, rumah makan, dan café pada pusat perbelanjaan, mal, atau toko modern mulai buka pukul 10.00 WIB sampai tutup pukul 21.00 WIB

3. Membatasi kapasitas daya tampung pengunjung di pusat perbelanjaan, mal, toko modern, toko, pertokoan dan sejenisnya, restoran, rumah makan, serta café paling banyak 50 persen dari kapasitas gedung atau ruang atau tempat duduk

4. Tidak menyediakan sajian makanan dalam bentuk buffet atau prasmanan di restoran, rumah makan dan café

5. Tidak membuka kegiatan usaha untuk spa, salon kecantikan, klinik kecantikan, massage atau pijat atau refleksi dan arena bermain anak di mal dan pusat perbelanjaan

Ancaman sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan di masa AKB termuat dalam Pasal 41. Ada tujuh tingkatan sanksi, yakni teguran lisan, peringatan, catatan kepolisian terhadap para pelanggar, penahanan kartu identitas, pembatasan atau penghentian atau pembubaran kegiatan, penutupan sementara, serta pembekuan izin dan atau pencabutan izin.

Wali Kota Bandung Oded M. Danial dalam konferensi persnya secara khusus menyinggung beberapa sanksi yang bakal dijatuhkan bagi para pelaku usaha ini. Ia juga menegaskan bahwa pemberian sanksi akan dilakukan secara lebih optimal dengan memangkas jenis-jenis sanksi ringan menjadi berat. Yang tergolong sanksi berat untuk para pelaku usaha adalah penutupan sementara, pembekuan izin, serta pencabutan izin. 

Editor: Tri Joko Her Riadi

artikel terkait

dewanpers