web analytics
  

Orang Terkaya Indonesia Surati Jokowi Isinya Tolak PSBB Jakarta

Sabtu, 12 September 2020 21:36 WIB Khoirur Rozi
Umum - Nasional, Orang Terkaya Indonesia Surati Jokowi Isinya Tolak PSBB Jakarta, Presiden Joko Widodo,Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),PSBB Jakarta,Orang terkaya di Indonesia Robert Budi Hartono

Presiden Jokowi (Setkab)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM - Orang terkaya di Indonesia, Robert Budi Hartono menyurati Presiden Joko Widodo perihal kebijakan PSBB total di Jakarta. Dalam surat itu dia berpendapat, memberlakukan PSBB kembali merupakan opsi yang tidak tepat.

Menurut Budi, kebijakan yang dikeluarkan Gubernur Anies Baswedan itu tidak efektif dalam menurunkan tingkat petumbuhan infeksi virus di Jakarta. Dia mengatakan, meskipun berbagai pembatasan diterapkan, angka penularan Covid-19 tetap naik.

"Di Jakarta meskipun Pemerintah DKI Jakarta telah melakukaN PSBB tingkat pertumbuhan infeksi masih tetap naik," kata Budi dalam suratnya.

Lebih lanjut Budi menjelaskan, kapasitas rumah sakit di Ibu Kota tetap akan mencapai maksimum dengan atau tidak memberlakukan PSBB. Seharusnya, pemerintah baik pusat maupun daerah menyiapkan tempat isolasi mandiri untuk menangani lonjakan kasus.

"Di Port Singapore membangun kontainer isolasi ber-AC untuk mengantisipasi lonjakan kasus yang perlu mendapatkan penanganan medis. Fasilitas seperti ini dapat dibangun dalam jangka waktu singkat kurang dari dua minggu karena memanfaatkan kontainer yang tinggal dipasang AC dan tangga," jelasnya.

Budi kemudian memberikan sejumlah usulan untuk mengendalikan laju penularan virus di Indonesia khususnya di DKI Jakarta. Usulan pertama yang disampaikan adalah menegakan aturan dengan memberikan sanksi kepada pelanggar protokol kesehatan.

"Tugas untuk memberikan sanksi atau hukuman tersebut adalah tugas kepala daerah dalam hal ini Gubernur DKI Jakarta. Jadi jangan karena membesarnya jumlah kasus Covid-19 kemudian Gubernur mengambil suatu keputusan jalan pintas yang tidak menyelesaikan permasalahan sebenarnya," kata Budi.

Kedua, pemerintah pusat dan daerah harus bersama-sama meningkatkan kapasitas isolasi masyarakat, sehingga tidak melebihi kapasitas maksimum ICU di Jakarta.

"Ketiga pemerintah harus melaksanakan tugas dalam hal testing, isolasi, tracing, dan treatment. Sejauh ini masih banyak kekurangan dalam hal isolasi dan contact tracing," ujarnya.

Terakhir, Budi mengatakn perekonomian harus tetap dijaga sehingga aktivitas masyarakat dapat terus berjalan hingga pandemi berakhir. PSBB juga dipandang tidak sesuai dengan keinginan masyarakat yang menghendaki new normal.

"Masyarakat lebih takut kehilangan pekerjaan dan pendapatan serta kelaparan daripada ancaman penularan Covid-19," imbuhnya.

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers