web analytics
  

Kita Belum Kalah

Sabtu, 12 September 2020 18:30 WIB Netizen Djoko Subinarto
Netizen, Kita Belum Kalah, Virus Corona,COVID-19,Pandemi Covid-19

Ilustrasi (Pixabay)

Djoko Subinarto

Penulis lepas, bloger, mukim di Cimahi

“Optimism is the faith that leads to achievement. Nothing can be done without hope and confidence.”  
-Helen Keller

SIKAP dan pandangan optimistik perlu terus kita pelihara dalam ikhtiar mengatasi pandemi virus corona (Covid-19), yang dampaknya merasuk ke berbagai sendi kehidupan kita saat ini.

Badai virus corona yang masih berlangsung saat ini memang telah membuat kita semua berada dalam keadaan sulit. Kecemasan, kehawatiran maupun ketakutan melanda banyak orang. Itu wajar.

Tak sedikit orang sekarang ini melihat dunia berada dalam ketidakpastian. Segalanya serba suram. Serba buram. Segelintir orang bahkan meyakini bahwa kita semua sudah kalah. Tak ada lagi harapan. Hopeless.

Tapi, benarkah kita sudah kalah? Kalah oleh siapa? Benarkah semuanya serba suram? Benarkah sudah tak ada lagi harapan? Demikian pesimistikkah kita menghadapi pandemi corona ini?

Setiap hal yang kita hadapi selalu bisa kita dekati dari dua sisi yang berbeda. Pesimisme dan optimisme. Maka, dalam setiap peristiwa yang muncul akan selalu pula melahirkan dua kelompok orang berbeda. Mereka yang pesimistik dan mereka yang optimistik.

Tentu saja, kita tidak boleh sama sekali pesimistik dalam menghadapi berbagai persoalan dalam hidup kita. Sikap dan pandangan optimistik justru itulah yang kita paling perlukan. Kita semestinya mampu memelihara sikap serta pandangan yang senantiasa optimistik.

Dengan memiliki sikap dan pandangan optimistik, seseorang bakal lebih mampu melahirkan berbagai pemikiran dan ide positif cemerlang, yang pada gilirannya bakal membantunya menghasilkan inovasi-inovasi serta solusi-solusi atas aneka persolaan. 

Di samping itu, sikap dan pandangan optimistik juga akan menumbuhkan harapan dan keyakinan diri dalam menghadapi beragam tantangan dan persoalan -- seberat apa pun. “Optimism is the faith that leads to achievement. Nothing can be done without hope and confidence,”  begitu pernah dikatakan Helen Keller. 

Menghadapi badai virus corona sekarang ini, kita membutuhkan orang-orang yang optimistik. Orang-orang yang melihat pandemi ini sebagai tantangan yang mesti diupayakan solusinya. Bukan orang-orang yang melihat pandemi ini melulu sebagai masalah dan lalu membuat mereka segera angkat tangan, melempar handuk, menyerah kalah.

Karenanya, kita perlu mengapresiasi tinggi-tinggi kepada mereka yang masih memelihara optimismenya dengan terus berjuang, terus berikhtiar, sesuai kemampuan bidang masing-masing. Sebut di antaranya saja yaitu para ilmuwan yang kini sedang bekerja keras siang-malam di laboratorium melakukan penelitian serta uji-coba demi menemukan formula jitu vaksin corona.

Juga para petugas medis dan relawan yang all-out berjuang di lapangan merawat dan menyelamatkan para pasien. Para pengambil kebijakan yang berpikir keras merumuskan dan membuat sejumlah kebijakan untuk mengatasi pandemi ini.

Bagi mereka, tampaknya tidak ada istilah kalah maupun menyerah. Sikap seperti itulah yang seharusnya senantiasa kita miliki. Memang, gara-gara wabah corona, kita semua sekarang ini menghadapi kesulitan yang tidak kecil. Namun, sekali lagi, optimisme harus terus kita pelihara. Harapan, sekecil apa pun, pasti ada. Ikhtiar adalah kewajiban kita.

Dengan tekad, ikhtiar serta doa, semoga badai corona ini segera usai. Dan kita bisa kembali menapaki kehidupan kita secara normal, seperti semula.

Moga-moga.

 

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers