web analytics
  

Update Corona Bandung, Pengusaha Dukung Bandung tidak PSBB Total, tapi...

Sabtu, 12 September 2020 17:37 WIB Tri Joko Her Riadi
Bandung Raya - Bandung, Update Corona Bandung, Pengusaha Dukung Bandung tidak PSBB Total, tapi..., PSBB Total,Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB),Update Corona Bandung,Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI),Herman Muchtar

Langkah pencegahan Covid-19 menurut WHO (https://covid19.bandung.go.id/)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Ketua Perhimpunan Pengusaha Hotel dan Restoran (PHRI) Jawa Barat Herman Muchtar mendukung langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tidak menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total seperti DKI Jakarta, tapi mengingatkan agar semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan masyarakat, betul-betul berdisiplin menjalankan protokol kesehatan lewat pengetatan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

“Kami sepakat dengan Pemkot Bandung yang tidak memilih PSBB total. Kami mendukungnya. Kalau PSBB total yang dipilih, semua akan repot. Ekonomi kita bisa ambruk lagi,” kata Herman, ketika dihubungi Ayobandung.com lewat sambungan telepon, Sabtu (12/9/2020) sore.

Dijelaskan Herman, usaha hotel dan restoran di Jawa Barat, dan Kota Bandung, pada khususnya mulai bangkit sejak Agustus 2020 lalu. Tingkat okupansi rata-rata hotel naik dari 10 persen menjadi 30 persen. Di bulan-bulan awal pandemi corona, okupansi anjlok membuat para pengelola hotel tidak hanya menutup total operasionalnya tetapi juga merumahkan ribuan pegawai. Di seluruh Jawa Barat, sekitar 16 ribu karyawan di 560 hotel terdampak perumahan.

Herman menyatakan, pemberlakuan PSBB total di Jakarta diyakini bakal berdampak pada dinamika ekonomi Jawa Barat, terutama Kota Bandung. Sebagai kota wisata dan jasa, Bandung banyak mengandalkan kunjungan oleh warga Jakarta.

“Kita harus ingat juga bahwa menjaga hidup ekonomi kita juga penting. Kita belum tahun kapan Covid ini berakhir. Makanya, tugas sekarang kita bagaimana menyeimbangkan ini dengan lebih berdisiplin,” katanya.

Meskipun mendukung langkah Pemkot Bandung tidak menerapkan PSBB total, Herman menekankan pentingnya peningkatan disiplin protokol kesehatan oleh semua pemangku kepentingan. Menurut Herman, dalam beberapa bulan terakhir disiplin warga menerapkan protokol kesehatan semakin kendur. Terbukti dari makin banyaknya orang yang tidak berdisiplin menggunakan masker di ruang-ruang publik.

Sebelumnya, Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengumumkan bahwa Pemkot Bandung memutuskan tidak menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total seperti DKI Jakarta untuk mengerem laju penambahan kasus positif corona atau Covid-19. Yang akan dilakukan adalah pengetatan sanksi di segala lini dalam regulasi Adabtasi Kebiasaan Baru (AKB).

"Mengingat eskalasi kasus Covid-19 di Kota Bandung, kami akan memberlakukan AKB yang diperketat. Kami akan perketat pengawasan dan pengendalian terhadap izin usaha dan operasional. Beberapa ruas jalan juga tetap akan dibatasi (aksesnya)," ungkap Wali Kota Bandung Oded M. Danial dalam konferensi pers di Balai Kota Bandung, Jumat (11/9/2020). 

Editor: Tri Joko Her Riadi

artikel terkait

dewanpers