web analytics
  

Padat Karya Pertanian Sasar Santri Ponpes

Jumat, 11 September 2020 21:06 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Padat Karya Pertanian Sasar Santri Ponpes, Padat Karya,Ponpes,Pertanian

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ijazi Dauan dan Darunadwah, Cipongkor, KBB, KH Aa Maulana ZA (Tri Junari)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Program padat karya bidang pertanian yang digagas Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) melibatkan santri pondok pesantren. Program penanganan dampak ekonomi akibat pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) ini diharapkan mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan komoditas pertanian.

"Kami menyambut baik program pemerintah dengan melibatkan Ponpes dimasa pandemi Covid-19 dalam hal menjaga ketahanan pangan di masyarakat," kata pengasuh Pondok Pesantren Al-Ijazi Dauan dan Darunadwah, Cipongkor, KBB, KH Aa Maulana ZA, Jumat (11/9/2020).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Aliansi Ormas Islam KBB ini menilai, imbas Covid-19 bukan hanya dirasakan masyarakat umum tapi juga masyarakat di kalangan Ponpes

Oleh sebab itu dengan adanya pelatihan pertanian kepada santri dalam budidaya pertanian komoditas kacang Edamame, diharapkan bisa menjadi solusi dimasa pandemi. 

Pengasuh Ponpes Al Muniriyah, Desa Kertajaya, Padalarang, Fauzi Al Fauzany berharap program padat karya kepada masyarakat terdampak Covid-19 yang melibatkan Ponpes bisa bermanfaat. 

Program yang pelatihannya, pendanaan, dan pembibitan ditangggung Kemenaker ini, bisa menjadi wadah pendidikan bagi Ponpes yang memiliki SDM santri dengan berbagai latar belakang keahlian. 

"Kami memiliki 170 santri yang bisa diberdayakan. Untuk lahan garapan bisa diimplementasikan di wilayah Cikalong yang bekerja sama dengan Ponpes kami," tuturnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KBB Iing Solihin menyebutkan, pelibatan Ponpes dalam program ini karena para santrinya bisa dilibatkan dalam memanfaatkan lahan tidur atau tidak produktif yang ada di sekitar Ponpes. Pihaknya menargetkan dapat memanfaatkan lahan tidur paling sedikit 35 hektare (ha) untuk ditanami kacang Edamame.

"Kita berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), kecamatan, dan desa untuk menginventarisasi lahan-lahan tidur. Dipilihnya komoditas kacang Edamame karena permintaan dari buyer cukup tinggi yakni mencapai 4 ton/hari," sebutnya. 

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers