web analytics
  

Update Corona Bandung, Pemkot Bandung Pilih Perketat Sanksi AKB bukan PSBB Total

Jumat, 11 September 2020 17:33 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Update Corona Bandung, Pemkot Bandung Pilih Perketat Sanksi AKB bukan PSBB Total, Update Corona Bandung,Adaptasi Kebiasaan Baru,Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB),Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),PSBB Total

Wali Kota Bandung Oded M. Danial memberikan konferensi pers tentang pengetatan sanksi dalam Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kota Bandung memutuskan tidak menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total seperti DKI Jakarta untuk mengerem laju penambahan kasus positif corona atau Covid-19. Yang akan dilakukan adalah pengetatan sanksi di segala lini dalam regulasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

"Mengingat eskalasi kasus Covid-19 di Kota Bandung, kami akan memberlakukan AKB yang diperketat. Kami akan perketat pengawasan dan pengendalian terhadap izin usaha dan operasional. Beberapa ruas jalan juga tetap akan dibatasi (aksesnya)," ungkap Wali Kota Bandung Oded M. Danial dalam konferensi pers di Balai Kota Bandung, Jumat (11/9/2020). 

Dijelaskan Oded, teknis pengetatan aturan tersebut adalah dengan langsung memberi sanksi terhadap warga ataupun unit usaha yang kedapatan melanggar aturan protokol kesehatan. Bentuk sanksi ringan dan sedang yang tercantum dalam perwal akan langsung diarahkan pada sanksi berat. Aturan tentang AKB di Kota Bandung termuat dalam Peraturan Wali Kota nomor 43 Tahun 2020.

"Penegakan hukum lebih maksimal. Kami tidak akan ragu membubarkan (kerumunan massa) secara paksa, membekukan izin, sampai mencabut izin operasional jika ada yang melebihi jam operasional," ungkap Oded.

Oded menegaskan, pengetatan aturan ini tidak akan membuat pusat aktivitas warga seperti mal atau kafe ditutup. Namun, pihaknya dapat langsung memberi sanksi bila ada yang melanggar aturan perwal.

"Yang diperketat sanksi aktivitasnya, bukan ditutup. Ketika melanggar akan langsung diberi sanksi," ungkapnya.

Editor: Tri Joko Her Riadi

artikel terkait

dewanpers