web analytics
  

Kapendam Siliwangi Bantah Buru Penyebar Video Tank Tabrak Gerobak

Jumat, 11 September 2020 12:32 WIB
Bandung Raya - Ngamprah, Kapendam Siliwangi Bantah Buru Penyebar Video Tank Tabrak Gerobak, Kodam III Siliwangi,tank tabrak gerobak,tank tabrak motor,video viral tank tabrak gerobak,tabrakan tank

Tangkapan layar video tank menabrak sepeda motor dan gerobak warga di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. ((Ist))

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) III/Siliwangi Kolonel Infanteri F.X. Sri Wellyanto Kasih membantah tengah memburu penyebar video tank yang menabrak motor dan gerobak warga di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, dan melaporkannya karena dianggap melanggar UU ITE.

"Informasi itu tidak benar," kata Wellyanto ketika dikonfirmasi Suara.com dari Jakarta, Jumat (11/9/2020).

Menurut dia, persoalan itu telah diselesaikan oleh Batalyon Kavaleri 4/Tank Kodam III/Siliwangi dengan pemilik kendaraan dan pemilik gerobak.

"Danyon Kavaleri 4 siap mengganti kerugian sekitar Rp 15,4 juta untuk semua kendaraan dan gerobak yang mengalami kerusakan akibat ditabrak tank," ucapnya.

Hasil musyawarah dengan pihak korban, Danyonkav 4/Tank mengganti seluruh kerugian tersebut, di antaranya 4 unit sepeda motor dan satu buah gerobak yang langsung di serahkan oleh Danyonkav 4/Tank Letkol Kav Embi Triono, di serahkan di Klinik Bakti Indonesia Power, Rajamandala Kabupaten Bandung Barat.

Wellyanto mengungkapkan, kecelakaan kendaraan tempur itu terjadi pada Kamis (10/9/2020) di pertigaan pasar Rajamandala atau jalan raya Cipatat Kabupaten Bandung Barat, pada pukul 11.00 WIB.

"Batalyon Kavaleri sedang melaksanakan latihan Uji Siap Tempur Tingkat Kompi, pada saat melintas di pertigaan mendapatkan kecelakaan menabrak empat buah motor dan satu gerobak penjual tahu," ujarnya.

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, tambah Kapendam, langsung memerintahkan Danpomdam III/Siliwangi untuk segera melakukan penyidikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Tim sedang turun. Kita masih menunggu proses penyelidikan dari pihak POM. Apakah itu human error atau masalah teknis," kata Wellyanto.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers