web analytics
  

SD Kabupaten Tasikmalaya Bersiap Gelar Belajar Tatap Muka

Jumat, 11 September 2020 11:09 WIB Irpan Wahab Muslim
Umum - Regional, SD Kabupaten Tasikmalaya Bersiap Gelar Belajar Tatap Muka, belajar tatap muka tasikmalaya,sekolah dibuka tasikmalaya

Orang tua Siswa SDN Sukasenang saat mengisi surat pernyataan terkait pembelajaran tatap muka. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Tasikmalaya mulai mempersiapkan kegiatan belajar tatap muka. Berbagai persiapan dilakukan  sekolah seperti mengadakan musyawarah sekolah dengan penerapan protokol kesehatan.

Seperti yang dilakukan SDN Sukasenang Kecamatan Singaparna. Sekolah mengundang orang tua siswa kelas 1, 2, dan 3 untuk bermusyawarah mengenai rencana kegiatan belajar tatap muka di tengah pandemi Covid-19.

Dalam musyawarah itu, orang tua juga diminta untuk menandatangani surat pernyataan mengizinkan atau tidak mengizinkan anak mereka mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah.

Kepala Sekolah SDN Sukasenang 2 Tatit Kaniati menuturkan, musyawarah dengan orang tua murid ini dilakukan atas usulan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya. Musyawarah dilakukan sebagai bagian dari rencana pengaktifan kembali kegiatan belajar tatap muka.

"Ini bagian dari persiapan saja, hasil dari surat pernyataan orang tua itu nanti dilaporkan kepada UPTD, selanjutnya ke Dinas Pendidikan dan ke Satuan gugus tugas," kata Tatit kepada Ayotasik.com, Jumat (11/9/2020).

Selain bermusyawarah, ujar Tatit, pihak sekolah juga menyiapkan berbagai fasilitas protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan dan handsanitizer. Selain itu, pihak sekolah juga menekankan siswa untuk mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak antar teman, menggunakan masker, tidak saling meminjam alat tulis, dan membawa peralatan minum sendiri.

"Jadi hasil musyawarah sebagai bagian dari persiapan belajar tatap muka ini, belum tentu diterima oleh pihak dinas dan satuam gugus tugas. Pihak sekolah mengembalikan kepada orang tua, dan kita juga memberi arahan kepada orang tua soal protokol kesehatan bagi siswa jika nantinya tatap muka diberlakukan," papar Tatit.

Tatit menambahkan, jika pembelajaran tatap muka diizinkan, pihak sekolah akan merubah teknis pembelajaran. Misalnya, absensi dari mulai  nomor urut 1 hingga 15 masuk pada hari Senin.   Sedangkan nomor urut 16 hingga 30 masuk pada hari selasa.

"Jadi dalam satu minggu itu, siswa hanya belajar tiga hari. Jam pelajaran juga hanya tiga jam dari pukul 07.00 sampai pukul 10.00," ujar Tatit.

Sementara itu, Rismawati (27) salah satu orang tua siswa menuturkan, ia menyetujui adanya pembelajaran tatap muka. Namun dengam catatan, pihak sekolah menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Kasian anak kalau pembelajaran terganggu. Saya pribadi setuju dengan pembelajaran tatap muka," ujar Rismawati.

Pendapat senada dilontarkan Nukhe (34) orang tua siswa kelas 2. Ia berpendapat, kegiatan pembelajaran tatap muka akan lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran daring. Namun, Nukhe mengharapkan kegiatan tatap muka disesuaikan dengan kondisi ditengah pandemi.

"Sebagai orng tua saya setuju, Tadi sudah dipaparkan pihak sekolah dan saya menyetujui aturan yang dikeluarkan sekolah. Kasian anak kalau harus daring terus menerus," ujar Nukhe.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers