web analytics
  

Sejarah Pendopo Bandung yang Didirikan Menghadap Tangkuban Parahu

Jumat, 11 September 2020 06:24 WIB Fira Nursyabani
Bandung Baheula - Baheula, Sejarah Pendopo Bandung yang Didirikan Menghadap Tangkuban Parahu, Gunung Tangkuban Parahu,Sejarah pendopo Bandung,Misteri pendopo Bandung,pendopo Kota Bandung,Bandung Baheula

Pendopo Kota Bandung. (dok. Humas Setda Kota Bandung)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pendopo menjadi salah satu bangunan ikonik di Kota Bandung yang saat ini berfungsi sebagai rumah dinas sekaligus kantor bagi Wali Kota Bandung. Berdirinya Pendopo juga beriringan dengan berdirinya Kota Bandung.

Pendopo merupakan bangunan pertama yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Bandung. Gedung ini juga menjadi bangunan pertama yang dibangun di kawasan Alun-alun Bandung.

Pendopo saat ini berada di Jalan Dalem Kaum dan masih berseberangan dengan Alun-alun Bandung.

Pendopo dibangun pada 1811 dan selesai pada 1812. Pembangunan pendopo diprakarsai oleh Bupati Bandung ke-6, Wiranatakusumah II yang bernama asli Raden Indrareja dan kerap dipanggil Dalem Kaum.

Bupati yang dijuluki the founding father inilah yang langsung memilih lokasi pembangunan pendopo. Ia membangun pendopo tepat menghadap ke arah Gunung Tangkubanparahu yang merupakan simbol kepercayaan sejarah masyarakat Sunda.

Luas pendopo 18.984 m dan terdiri dari beberapa bangunan, yaitu bangunan utama seluas 1.805,25 m, bangunan pendopo 470 m, bangunan barat 175 m, bangunan timur 445 m, dan halaman seluas 15.475 m.

Pembangunan pendopo merupakan satu kesatuan dengan pembangunan Jalan Pos atau Grote Postweg yang dilakukan oleh Gubernur Jendral Daendels. 

Pada awal dibangun, pendopo menjadi pusat pemerintahan Bupati Bandung. Semula pusat pemerintahan dipusatkan di Dayeuhkolot (Kota Lama), jaraknya sekitar 10 km dari Jalan Raya Pos yang sedang dibangun.

Pada masa pemerintahan Bupati R.A.A. Wiranatakusumah IV (1846-1874) tahun 1850, bangunan pendopo direnovasi. Dindingnya diganti dengan tembok bata dan beratap genteng.

Tahun 1935, dibangun tempat tinggal bupati di belakang pendopo yang merupakan hasil rancangan Presiden Soekarno. 

Beberapa bangunan tambahan seperti ruang tamu utama, ruang kerja, ruang gudang dalam, ruang tengah, kamar utama, dua kamar keluarga, ruang arab (ruang pertemuan) dan ruang keluarga, serta ruang untuk keluarga Bupati di bagian barat bangunan utama.

Saat ini, gerbang pendopo dibuat berupa ornamen beton semen yang juga cukup unik. Di kanan dan kiri gerbang terdapat gambar para Wali Kota Bandung dari masa ke masa.

Di halaman pendopo terdapat dua buah lonceng ukuran besar yang tergantung pada pilar beton. 

Dua lonceng itu pun dibuat simetris, saling berhadapan. Banyak cerita tentang lonceng tersebut, mulai cerita mistis hingga sejarahnya.

Sejak masa pemerintahan Wali Kota Ateng Wahyudi (1983-1993), pendopo kembali menjadi kediaman Wali Kota Bandung. Wali Kota Bandung selanjutnya tinggal di pendopo selama mereka memimpin Kota Bandung, Wahyu Hamijaya (1993-1998), Aa Tarmana (1998-2003), Dada Rosada (2003-2008 dan 2008-2013), Ridwan Kamil (2013-2018), dan sekarang Oded M. Danial (2013-2023).

Hingga saat ini, Pendopo Kota Bandung masih berdiri kokoh dan semakin asri. 

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

17 Februari: Lahirnya Inggit Garnasih, Tulang Punggung Soekarno

Baheula Rabu, 17 Februari 2021 | 13:49 WIB

Dalam kaidah roman sejarah, ia adalah pendamping yang menuntun pembentukan karakter pemimpin dari Soekarno.

Bandung Baheula - Baheula, 17 Februari: Lahirnya Inggit Garnasih, Tulang Punggung Soekarno, Sejarah Hari Ini,Inggit Garnasih,Ir. Soekarno,Bandung

Tabir Sejarah Pecinan, Mula Pembatasan terhadap Tionghoa

Baheula Kamis, 11 Februari 2021 | 15:51 WIB

Setelah tahun 1740, setelah keadaan tentram kembali, dikeluarkan peraturan yang mengharuskan orang Tionghoa tinggal di k...

Bandung Baheula - Baheula, Tabir Sejarah Pecinan, Mula Pembatasan terhadap Tionghoa, Pecinan,Bandung,Tionghoa,Kolonial Belanda,Orang Eropa,Pribumi,Jakarta

Sejarawan Singkap Trik Jago Dagang Orang Tionghoa kepada Pribumi

Baheula Rabu, 10 Februari 2021 | 16:30 WIB

Orang Tionghoa punya faktor yang tidak dimiliki oleh Eropa terhadap Pribumi. Hal inilah yang membuat mereka jago dalam d...

Bandung Baheula - Baheula, Sejarawan Singkap Trik Jago Dagang Orang Tionghoa kepada Pribumi, Sejarawan,Trik jago dagang orang Tionghoa,Sejarah,Historis,Tionghoa,Bandung,Orang Eropa,Pribumi,Kolonialis Belanda

Abattoir Tjimahi, Rumah Jagal Peninggalan Belanda

Baheula Kamis, 4 Februari 2021 | 17:05 WIB

Abattoir Tjimahi, Rumah Jagal Peninggalan Belanda

Bandung Baheula - Baheula, Abattoir Tjimahi, Rumah Jagal Peninggalan Belanda, Abettoir Tjimahi,Rumah Potong Hewan (RPH),rumah jagal Hindia Belanda,rumah jagal Cimahi,Bandung Baheula,rumah jagal Belanda di Cimahi

Mengenal Swara dalam Aksara Sunda

Baheula Jumat, 15 Januari 2021 | 10:35 WIB

Sebetulnya belajar aksara bahasa sunda itu mudah dan praktis. Pasalnya aksara sunda memiliki huruf-huruf yang cara menul...

Bandung Baheula - Baheula, Mengenal Swara dalam Aksara Sunda, Aksara Sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda swara,Bahasa Sunda

Nyonya Homann, Pemilik Hotel Savoy Homann

Baheula Kamis, 19 November 2020 | 13:08 WIB

Banyak sekali tulisan tentang Hotel Savoy Homann menyebutkan majunya hotel legendaris di pusat Kota Bandung itu akibat p...

Bandung Baheula - Baheula, Nyonya Homann, Pemilik Hotel Savoy Homann, Nyonya Homann,Hotel Savoy Homann,delpher,Jacoba van Hogezand,Hotel Homann Bandung

Wisata Bandung Tempo Dulu

Baheula Minggu, 1 November 2020 | 14:47 WIB

Membicarakan wisata Bandung juga tidak lepas dari lanskap Bandung Raya. Jejaknya bisa kita temukan dalam berbagai litera...

Bandung Baheula - Baheula, Wisata Bandung Tempo Dulu, Wisata Bandung Tempo Dulu,Kwee Khay Khee,Sejarah Bandung,Boekoe Petoendjoek Djalan Boeat Pelesiran di Kota Bandoeng dan Daerahnja,Bandung Heritage,Sam Suhaedi Admawiria

Rekam Juang Pasundan Istri (PASI) di Bandung

Baheula Senin, 19 Oktober 2020 | 11:41 WIB

PASI ialah organisasi pemberdayaan perempuan yang lahir dari keresahan kaum perempuan di zaman Hindia Belanda.

Bandung Baheula - Baheula, Rekam Juang Pasundan Istri (PASI) di Bandung, Pasundan Istri (PASI),Hindia Belanda,feodalisme,Sunda,pendidikan perempuan

artikel terkait

dewanpers