web analytics

733 Ha Lahan Pertanian Tasikmalaya Terancam Kekeringan

clockJumat, 11 September 2020 05:27 WIB userIrpan Wahab Muslim
Umum - Regional, 733 Ha Lahan Pertanian Tasikmalaya Terancam Kekeringan, Berita Tasikmalaya,Berita Tasikmalaya Hari Ini,Tasikmalaya Hari Ini,kekeringan jabar,lahan pertanian Tasikmalaya,Kekeringan Tasikmalaya,Musim Kemarau

Ilustrasi lahan pertanian. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Dari data Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Jawa Barat (Jabar), Satuan Pelayanan BPTPH Wilayah V Kabupaten Tasikmalaya sudah mencatat keadaan bencana alam kekeringan musim tanam padi 2020 di Kabupaten Tasikmalaya.

Periode 16-31 Agustus 2020, total luas area kewaspadaan kekeringan mencapai 733 hektare. Sementara yang baru dilakukan penanganan seluas 312 hektare.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Tasikmalaya Rika Rukanah menjelaskan, dari total luas lahan pertanian 3.461 hektare, di 12 kecamatan sudah mulai terdampak kekeringan dengan rata-rata usia tanam 21-91 hari.

Di Kecamatan Parungponteng, misalnya, luas lahan pertanian ada 48 hektare, dengan luas areal waspada kekeringan mencapai 23 hektare.

Kemudian, lanjut Rika, di Kecamatan Culamega, ada lahan seluas 1.166 hektare dengan luas areal waspada 75 hektare, Sodonghilir 716 hektare luas areal waspada 26 hektare, dan yang sudah dilakukan penanganan 26 hektare.

Kecamatan Tanjungjaya miliki 100 hektare lahan dengan areal waspada 35 hektare, Jatiwaras miliki 135 hektare lahan dengan areal waspada 20 hektare, Gunungtanjung miliki 97 hektare lahan dengan luas areal waspada 47 hektare. Upaya gilir giring yang sudah dilakukan penanganan sebanyak 10 hektare.

Mangunreja 350 hektare dengan luas areal waspada 18 hektare dan yang dilakukan penanganan seluas 18 hektare, Rajapolah 210 hektare dengan luas areal waspada 147 hektare dan yang dilakukan penanganan 22 hektare termasuk ada puso 13 hektare.

Kecamatan Jamanis 346 hektare dengan luas areal waspada 247 hektare dan luas penanganan 32 hektare sedangkan puso nya sembilan hektare. Kecamatan Ciawi 63 hektare dengan luas areal waspada 55 hektare dan luas penanganan 29 hektare.

Selanjutnya di Kecamatan Kadipaten 80 hektare dengan luas areal waspada 15 hektare dengan penanganan nol atau belum disentuh. Terakhir di Kecamatan Cibalong 150 hektare dengan luas areal waspada 25 hektare, sebagian sudah ada penanganan.

Menurut Rika, untuk proses penanganan luasan lahan persawahan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah atau dinas di bantu penyuluh pertanian dan kelompok tani di lapangan, dengan mengatur saluran irigasi atau gilir giring.

"Jadi ada penjadwalannya, area persawahan dan blok mana yang dilakukan penanganan. Kelompok tani juga ada mitra irigasinya," terang Rika, Kamis (10/9/2020).

Areal pertanian yang sudah mengalami dampak kekeringan, jelas Rika, memang debit airnya kurang atau lahan tada hujan. Jadi petani ketika musim penghujan baru menanam tanaman padi, untuk mengisi kekosongan lahan.

"Jadi jangan sampai lahan kosong, petani kalau ada air pasti ditanami padi, sehingga ketika tidak ada hujan menjadi salah satu kendala dilapangan. Kalau yang bukan lahan tada hujan, ada irigasi masih bisa dan pengairannya masih cukup," terang Rika.

Adapun bentuk kepedulian atau program terhadap petani puso atau gagal panen, ungkap Rika, pemerintah daerah atau dinas sudah menyampaikan kepada petani, ada program asuransi usaha tani padi (AUTP), untuk menanggulangi resiko gagal panen akibat kekeringan atau terkena banjir serta serangan hama.

"Rata-rata petani tidak mau masuk program tersebut, sehingga baru terasa seperti sekarang ketika kemarau. Simpel sebenarnya, petani cuma bayar premi per hektar Rp 36 ribu, seharusnya Rp 180 ribu, karena ada subsidi dari pemerintah menjadi murah," jelas Rika.

Rika menjelaskan setelah petani masuk program asuransi tersebut, ketika lahan pertaniannya terkena dampak kekeringan, dapat asuransi Rp 6 juta per hektarenya.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

WFH Sering Dipakai Jalan-jalan, ASN Cianjur Akan Dipantau Aplikasi

Regional Senin, 2 Agustus 2021 | 16:01 WIB

 Pemerintah Kabupaten Cianjur akan memantau aparatur sipil negara (ASN) dan keluarganya dengan menggunakan aplikasi khus...

Umum - Regional, WFH Sering Dipakai Jalan-jalan, ASN Cianjur Akan Dipantau Aplikasi, ASN Cianjur,Herman Suherman,Cianjur,WFH ASN Cianjur

Truk Alami Rem Blong di Puncak, Seorang Pejalan Kaki Tewas Terlindas

Regional Senin, 2 Agustus 2021 | 14:24 WIB

Kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Puncak, Kampung Ciloto, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Senin, 2...

Umum - Regional, Truk Alami Rem Blong di Puncak, Seorang Pejalan Kaki Tewas Terlindas, truk terguling Puncak,truk terguling Ciloto,kecelakaan Ciloto,kecelakaan puncak

Ketika Bima Arya Pasrah Diroasting Habis-habisan

Regional Senin, 2 Agustus 2021 | 12:43 WIB

Komika asal Bogor Fajar Nugra melakukan roasting kepada Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dalam acara Panggung Virtual...

Umum - Regional, Ketika Bima Arya Pasrah Diroasting Habis-habisan, roasting Bima Arya,Fajar Nugra,Wali Kota Bogor Bima Arya,Bima Arya,Stand Up Comedy

Update Zona Risiko Covid-19 Jabar 2 Agustus 2021

Regional Senin, 2 Agustus 2021 | 11:50 WIB

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengumumkan peta zona risiko Covid-19 terbaru di Jawa Barat (Jabar), Senin, 2 Agu...

Umum - Regional, Update Zona Risiko Covid-19 Jabar 2 Agustus 2021, Zona Merah Covid-19,zona Covid-19 Jabar,zona covid-19 Jawa Barat,zona merah jabar,zona oranye jabar

Lapak Pengolahan Limbah Plastik Cileungsi Dilalap Api, 6 Truk Damkar...

Regional Senin, 2 Agustus 2021 | 11:38 WIB

Lapak pengolahan limbah plastik di Kampung Rawa Kaso, RT19, RW09, Deda Jati Sari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor l...

Umum - Regional,  Lapak Pengolahan Limbah Plastik Cileungsi Dilalap Api, 6 Truk Damkar Dikerahkan, Kebakaran Cileungsi,Kebakaran Lapak Pengolahan Limbah plastik,Kebakarab Lapak Limbah plastik,Berita Kabupaten bogor,Kebakaran Kabupaten bogor,Kebakaran di Bogor

Update Covid-19 Jabar 2 Agustus 2021: Penambahan Kasus Menurun

Regional Senin, 2 Agustus 2021 | 11:28 WIB

Kasus Covid-19 di Jawa Barat (Jabar) sebanyak 611.796 kasus setelah bertambah 2.769 kasus pada Senin, 2 Agustus 2021.

Umum - Regional, Update Covid-19 Jabar 2 Agustus 2021: Penambahan Kasus Menurun, Covid-19 Jabar,Kasus Covid-19 Jabar,Data covid-19 jabar,Data Covid-19 Jabar terbaru,Update Data Covid-19 Jabar,data covid-19 jabar hari ini

Sehari Diguyur Hujan Deras, 3 Bencana Menerjang Kabupaten Bogor

Regional Senin, 2 Agustus 2021 | 10:54 WIB

Tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor pada Minggu, 1 Agustus 2021 petang, berujung pad...

Umum - Regional, Sehari Diguyur Hujan Deras, 3 Bencana Menerjang Kabupaten Bogor, bencana Bogor,BPBD Kabupaten Bogor,Hujan Kabupaten Bogor,Bencana Alam

Insentif Nakes di Bogor Hanya Dibayar Setengah

Regional Senin, 2 Agustus 2021 | 10:44 WIB

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor Ade Jaya Munadi menjelaskan, dari Rp60 miliar...

Umum - Regional, Insentif Nakes di Bogor Hanya Dibayar Setengah, Bupati Bogor Ade Yasin,insentif nakes Bogor,insentif Bogor,Insentif Covid-19,Bogor,covid-19 bogor

artikel terkait

dewanpers
arrow-up