web analytics
  

Donald Trump Sebut Kim Jong Un Bunuh Pamannya Sendiri dengan Brutal

Kamis, 10 September 2020 22:59 WIB
Umum - Internasional, Donald Trump Sebut Kim Jong Un Bunuh Pamannya Sendiri dengan Brutal, Donald Trump,Kim Jong-un,Amerika Serikat,Korea Utara

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump bersama pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un. (Reuters)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un benar-benar membunuh pamannya sendiri secara brutal.

Menyadur 9News, Kamis (10/9/2020), Donald Trump menyampaikan pernyataan itu saat diwawancarai oleh jurnalis veteran Bob Woodward.

Dalam sebuah wawancara yang direkam oleh Woodward, Trump menceritakan bagaimana Kim menggambarkan bagaimana dia membunuh pamannya.

Paman Kim, Jenderal Jang Song-thaek dieksekusi oleh regu tembak atas perintah sang pemimpin Korea Utara.

Setelah eksekusi mati, Kim Jong-un kemudian menunjukkan kepala pamannya yang sudah dijagal kepada orang banyak.

Menurut laporan sebelumnya, tubuh Jenderal Jang ditelanjangi dan diumpankan ke anjing-anjing yang lapar.

Para pembantu Jenderal Jang kemudian dieksekusi dengan menggunakan senjata anti-pesawat.

Anggota keluarga Jenderal Jang lainnya juga diyakini telah dibunuh oleh pria yang kerap dijuluki The Rocket Man.

Meskipun mengetahui kematian brutal Jenderal Jang, Trump sangat memuji diktator Korea Utara itu.

Presiden Amerika Serikat ke-45 Ammerika Serikat itu menunjukkan kepada Woodward bagaimana hubungan antara dirinya dan Kim Jong-un cukup baik.

"Apakah Anda pernah melakukan hal lain selain mengirim roket ke udara?" tulis Trump.

"Ayo pergi nonton film bersama. Ayo main golf."

Terkait penolakan Kim Jong-un atas permintaan Amerika Serikat untuk menghentikan program nuklirnya, Trump menggambarkannya seperti sebuah real estat atau perumahan.

"Ini benar-benar seperti, Anda tahu, seseorang yang jatuh cinta dengan sebuah rumah dan mereka tidak bisa menjualnya," kata Trump.

Woodward adalah salah satu jurnalis paling dihormati di Amerika, setelah menjatuhkan Gedung Putih Nixon dengan mengungkap skandal Watergate untuk Washington Post.

Buku skandal Watergate, All The President's Men, yang ditulis bersama kolega Carl Bernstein, kemudian dijadikan film yang laku dipasaran.

Dia menulis buku tentang Trump White House pada 2018, berjudul Fear. Frustasi karena idak diwawancarai untuk buku itu, Trump memberikan 18 wawancara terpisah dengan Woodward untuk tindak lanjut. Semuanya direkam.

Dalam sebuah wawancara pada 19 Maret, Trump memberi tahu Woodward tentang kekhawatirannya tentang virus corona, bahkan ketika dia mengecilkannya di depan umum.

"Saya ingin selalu mengecilkan hal itu. Saya masih suka mengecilkannya, karena saya tidak ingin membuat panik," tandasnya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers