web analytics
  

Cetak Petani Milenial, Kementerian Koperasi dan UKM Gandeng Unpad 

Kamis, 10 September 2020 20:50 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Cetak Petani Milenial, Kementerian Koperasi dan UKM Gandeng Unpad , Petani Milenial,Unpad,Kementerian Koperasi dan UKM

Kementerian Koperasi dan UKM Gandeng Unpad . (Tri Junari)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) RI menggandeng Universitas Padjajaran untuk mencetak wirausaha muda sektor komoditas pertanian. 

Kerjasama yang terjalin antara Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM dengan Pusat Inkubator Bisnis Unpad ini berupa penguatan komoditas unggulan serta inkubasi petani milenial.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria Simanungkalit menerangkan, sektor pertanian memiliki kontribusi terbesar kedua dalam Produk Domestik Bruto (PDB), setelah industri. 

Kontribusinya sebesar 13,45 persen atau kedua tertinggi setelah sektor industri sebesar 19,62 persen pada kuartal III-2019. Adapun pertumbuhan sektor pertanian sebesar 3,08 dari tahun sebelumnya.

“Bahwa sebagai negara agraris, sektor pertanian mampu berbicara banyak di level makro ekonomi sebagai penggerak roda perekonomian nasional,” kata Victoria dalam webinar bertajuk Youth Agripreneur Talk, Kamis (10/9/2020).

Sayangnya, minat generasi muda di Indonesia untuk berwirausaha komoditas pertanian masih rendah. Ada pola pikir bahwa sektor pertanian kurang menjanjikan secara ekonomi dan dianggap pekerjaan yang kotor.

Untuk merubah pola pikir dan membangkitkan semangat milenial bertani dan bisnis industri pertanian,  Kementerian Koperasi dan UKM mengajak kalangan akademisi untuk terlibat didalamnya.

"Kita harapkan tempat penggodokan itu di universitas sehingga menambah kepercayaan diri generasi muda untuk menjadi entrepreneur sektor pertanian. Jadi harapannya bukan hanya lulusan pencari kerja, tapi pemberi kerja,” katanya.

Kegiatan Webinar-Youth Agripreneur Talk ini digelar hasil kolaborasi Kementerian Koperasi dan UKM dan Universitas Padjajaran, yang diinisiasi oleh ASEAN Secretariat, dengan dukungan penuh dari pemerintah Jepang, dalam hal ini Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries (MAFF) Jepang.

Webinar ini menjadi salah satu bagian dari Project for Human Resource Development in Food-Related Areas through Partnership with Universities in ASEAN Region. Tujuannya untuk meningkatkan kemitraan dan kerja sama antara dalam mendorong generasi muda untuk berpartisipasi mengembangkan sektor pertanian di Indonesia.

Turut terlibat dalam webinar ini Minister Mission of Japan to ASEAN Yoshinori Kodama, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria br. Simanungkalit, ASEAN Secretariat Eiji Hatano dan Direktur Oorange, Pusat Inkubator Bisnis Unpad Diana Sari.

Bukan hanya itu, Webinar Youth Agripreneur Talk juga menghadirkan pembicara, Japan-ASEAN Goodwill Ambassador on Food and Agriculture Melody Laksani, Founder & CEO Agradaya Andhika Mahardika, Young Farmer Ambassador & CEO Kahfi Farm Nasrul Hakim dipandu Unpad Millenial Lecturer Irsyad Kamal. 

Direktur Oorange, Pusat Inkubator Bisnis Universitas Padjadjaran, Diana Sari mengatakan, kontribusi pertanian dalam pembangunan ekonomi tidak hanya berperan dalam pembentukan PDB.

Melainkan pula dalam penciptaan kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan meningkatkan devisa negara secara umum. Pertanian adalah sektor yang penting karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Namun, kondisi saat ini pertanian masih kurang diminati oleh kalangan generasi muda, karena masih adanya stigma bahwa pertanian adalah miskin dan belum mampu memberikan kemapanan,” katanya.

Padahal, pertanian skala kecil secara global merupakan penghasil sebagian besar pasokan makanan di dunia. Berdasarkan badan pangan dunia FAO, tahun 2017 pertanian skala kecil yakni mencapai 80% berdasarkan pendataan FAO tahun 2017. 

Diana mengatakan, Unpad menaruh perhatian kepada pengembangan agropreneur. Telah muncul inovasi dalam produk pertanian yang diharapkan bisa menjadi komoditas bernilai tinggi. 

“Kami ada ubi herang mencrang yang jadi varian baru dari ubi cilembu, juga ada mango untuk kewirausahaan sosial. Itu contoh di mana agripreneur jadi unggulan bagi Unpad,” tuturnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers