web analytics
  

BI Jawa Barat Peringatkan Pemkab Bandung Dampak Covid-19 Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 10 September 2020 20:03 WIB Mildan Abdalloh
Bisnis - Finansial, BI Jawa Barat Peringatkan Pemkab Bandung Dampak Covid-19 Terhadap Pertumbuhan Ekonomi, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Barat,Pemkab Bandung,Dampak Covid-19

Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Barat. (ivoox.id)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Barat memperingatkan Pemkab Bandung mewaspadai dampak covid-19 terhadap industri.

Kepala KPW BI Jawa Barat Herawanto mengatakan kontribusi ekonomi Kabupaten Bandung terbilang bagus pada 2019.

"Kontribusi Kabupaten Bandung ini pada 2019 mencapai 5,35% dari seluruh daerah di Jawa Barat. Ini kontribusi yang besar setelah Bekasi, Kota Bandung, Karawang dan Bogor," tutur Herawanto saat penyerahan bantuan sembako dan APD Kepada Pemerintah Kabupaten Bandung di Soreang, Kamis (10/9/2020).

Bahkan kata Herawanto, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung juga sangat besar, masuk 8 besar di Jawa Barat dengan angka 9,66%.

"Pasti di 2020 ini ada dampak covid-19. Ini yang harus dimonitor terus oleh Pemkab Bandung supaya tidak terpuruk," ujarnya.

Dampak covid-19 kemungkinan besar akan dirasakan oleh daerah industri. Kabupaten Bandung merupakan salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang disumbang dari sektor industri.

"53% perekonomian Kabupaten Bandung disumbang industri terutama tekstil dan produk tekstil," ungkapnya.

Industru pengolahan baik tekstil maupun produk tekstil harus dijaga supaya terus berjalan, sehingga lajur pertumbuhan ekonomi tidak terpuruk akibat dampak covid-19.

Bupati Bandung Dadang M Naser merasa yakin laju pertumbuhan ekonomi tidak akan terpuruk.

"Untuk industri pengolahan akan kami terus dorong supaya tetap berjalan dengan catatan penerapan protokol kesehatan," ujarnya.

Dadang bahkan menegaskan, selama pandemi pihaknya tidak menganjurkan industri menghentikan produksi.

"Saat AKB juga kami menganjurkan produksi berjalan. Beberapa industri memang ada yang nakal dengan menghentukan produksi. Tapi banyak yang berjalan, terutama industri besar," katanya.

Masalah utama industri saat awal pandemi adalah terhentinya distribusi. Beberapa industri besar kata Dadang menggunakan kesempatan tersebut untuk menyetok barang.

"Bahkan ada yang sampai sewa gudang agar hasil produksinya bisa disimpan. Saat ekspor kembali dibuka, barang menjadi tersedia," katanya.

Dadang meyakini dengan kebijakan tersebut, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung tidak akan terpuruk.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers