web analytics
  

Jumlah Ibu Hamil di Cimahi Naik Signifikan dalam 3 Bulan

Kamis, 10 September 2020 13:33 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Cimahi, Jumlah Ibu Hamil di Cimahi Naik Signifikan dalam 3 Bulan, Angka kehamilan,ibu hamil Cimahi,Cimahi,ibu hamil

Ilustrasi pemeriksaan kehamilan. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Angka kehamilan di Kota Cimahi mengalami kenaikan cukup signifikan dalam 3 bulan terakhir. Dinas Kesehatan mencatat, hingga Juli 2020 jumlah ibu hamil mencapai 6.131 orang.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi Indah Gilang Indira menerangkan, berdasarkan data yang dihimpun dari kunjungan ibu hamil ke fasilitas kesehatan, grafik menunjukkan peningkatan.

Ia merinci, pada Januari terdata ada sebanyak 781 orang ibu hamil, Februari sebanyak 983 orang, Maret sebanyak 893 orang, dan April sebanyak 742 orang. Jumlah tersebut beranjak naik yakni Mei menjadi 818 orang, Juni sebanyak 919 orang, dan Juli 905 orang.

"Angkanya didapat dari data ibu hamil yang berkunjung ke fasilitas kesehatan di umur kehamilan 3 bulan pertama," terang dia, Kamis (10/9/2020).

Meski tidak bisa memastikan bahwa peningkatan ini berkaitan dengan pembatasan aktivitas masyarakat saat pandemi, Indah lebih menyarankan suami istri untuk terlebih dulu menunda kehamilan.

"Metabolisme dan kebutuhan nutrisinya akan meningkat, sehingga kalau ada gangguan dari luar kondisinya imun tubuhnya akan menurun. Sebaiknya ditunda dulu," kata Indah.

Bagi ribuan ibu yang sudah terlanjur hamil hingga saat ini, Dinas Kesehatan mengimbau mereka tetap menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan pakai sabun, menggunakan masker, jaga jarak, tidak memaksakan keluar rumah, serta mengonsumsi makanan yang bergizi.

"Ibu hamil harus lebih hati-hati supaya tidak tertular, harus menjaga kondisi ibu dan bayinya agar tetap sehat. Jika ibu hamil tertular Covid-19, efeknya bisa berbahaya bagi ibu dan bayi yang dikandungnya," terang Indah.

Di samping itu, dalam masa kehamilan ini ibu hamil disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin secara online, kecuali jika merasakan gejala yang dianggap berbahaya. 

"Konsultasi bisa dilakukan secara daring, jika ada tanda bahaya timbul pada bumil segera konsultasi," ungkapnya.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers