web analytics
  

Kota Bekasi Tak Berlakukan PSBB Total Seperti Jakarta

Kamis, 10 September 2020 10:25 WIB
Umum - Regional, Kota Bekasi Tak Berlakukan PSBB Total Seperti Jakarta, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi,Berita Bekasi,Bekasi Hari Ini,Corona Bekasi,kluster corona bekasi,COVID-19

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. (Ayobandung.com/Ananda Muhammad Firdaus)

BEKASI, AYOBANDUNG.COM -- Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memastikan Kota Bekasi tak akan berlakukan PSBB total seperti kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Jakarta mengumumkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total mulai 14 September.

Rahmat mengklaim telah memiliki cara berbeda dalam penanganan Covid-19.

Meski demikian, ada hal-hal yang akan dievaluasi oleh Pemerintah Kota Bekasi melihat kebijakan yang ditekankan Gubernur Anies Baswedan. Hasil evaluasi itu nanti akan disampaikan kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

"PSBB Total seperti DKI tidak, kita mah sebenarnya punya cara sendiri seperti Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB) masyarakat produktif aman Covid-19, ada kawasan-kawasan yang memang sudah terbatas, karantina RW siaga itu kan kita jalankan," kata Rahmat kepada Suara.com di Stadion Patriot Candrabhaga, Kamis (10/9/2020)

RW Siaga program pemerintah daerah itu meliputi ketahanan pangan, zero kriminal, dan zero Covid-19.

Ditambah lagi, sambung Rahmat, program pembagian masker dan pelacakan angka penularan virus corona

"(PSBB Total) ya nggak lah, kalau kita ngikut nanti kita (dianggap) copy paste, kita punya cara. Karakter masyarakat di sana (DKI) mungkin sama, tetapi cara penangannya mungkin berbeda," imbuhnya.

Pria hangat disapa Pepen ini menekankan Pemkot Bekasi tidak akan mengubah kebijakan ATHB.

Karena, format itu sudah berjalan dan untuk jangka panjang tentang masyarakat produktif aman Covid-19.

"Artinya Code-ya kita kendalikan, ekonominya kita percepat," ujar Pepen.

Ia juga menanggapi soal pernyataan Gubernur Anies Baswedan yang menyebut peningkatan sumber penularan Covid-19 di DKI Jakarta didominasi daerah daerah mitranya, di antaranya Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang.

"Saya nggak bisa bilang seperti itu (penularan dari daerah mitra), tapi transmisinya pusat kan DKI, punya kepentingan ekonomi, punya kepentingan sosial, ini saling berinteraksi. Kalau Pak Gubernur bilang bahwa ini akibat daerah mitra/penyangga, ya nanti kita evaluasi sejauh mana interaksi itu," ungkapnya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Longsor Tutup Akses Jalan Penghubung Tasikmalaya-Pangandaran

Regional Kamis, 21 Januari 2021 | 14:21 WIB

Longsor Tutup Akses Jalan Penghubung Tasikmalaya-Pangandaran

Umum - Regional, Longsor Tutup Akses Jalan Penghubung Tasikmalaya-Pangandaran, Longsor Tasikmalaya,longsor Cineam,Jalur Tasikmalaya-Pangandaran,Tasikmalaya

Ratusan Warga Binaan Lapas Cirebon Dites Swab Usai 3 Pegawai Positif

Regional Kamis, 21 Januari 2021 | 13:26 WIB

Sebanyak 670 warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon menjalani tes swab.

Umum - Regional, Ratusan Warga Binaan Lapas Cirebon Dites Swab Usai 3 Pegawai Positif, Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon,Swab test di lapas Cirebon,Cirebon,narapidana positif Covid-19

Terjerat Razia Masker, Pemuda di Tasikmalaya Kedapatan Bawa Obat Keras

Regional Kamis, 21 Januari 2021 | 13:09 WIB

Obat ini bisa menyebabkan kantuk dan mabuk jika dikonsumsi berlebihan.

Umum - Regional, Terjerat Razia Masker, Pemuda di Tasikmalaya Kedapatan Bawa Obat Keras, Razia obat keras,Razia masker Tasikmalaya,Tasikmalaya,Operasi Yustisi Tasikmalaya

Kasus Dugaan Rekayasa Buku Nikah, IL Sayangkan Keputusan Hakim

Regional Kamis, 21 Januari 2021 | 12:23 WIB

IL juga menyayangkan keputusan hakim Pengadilan Agama Sumber yang mengabaikan seluruh bukti dan saksi, bahwa pernikahan...

Umum - Regional, Kasus Dugaan Rekayasa Buku Nikah, IL Sayangkan Keputusan Hakim, Rekayasa buku nikah,KPAID Kabupaten Cirebon,Ketua KPAID Kab Cirebon,Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon,Cirebon

Update Covid-19 Jabar: 1.484 Pasien Sembuh, Terbanyak di Depok

Regional Kamis, 21 Januari 2021 | 11:15 WIB

Update Covid-19 Jabar: 1.484 Pasien Sembuh, Terbanyak di Depok

Umum - Regional, Update Covid-19 Jabar: 1.484 Pasien Sembuh, Terbanyak di Depok, Covid-19 Jabar,Positif Covid-19 Jabar,Kasus Covid-19 Jabar,Covid-19 Jawa Barat,Kasus Covid-19 Jawa Barat,Tambahan Kasus Covid-19 Jawa Barat

PVMBG Analisis Penyebab Banjir Bandang Puncak

Regional Kamis, 21 Januari 2021 | 10:32 WIB

PVMBG Analisis Penyebab Banjir Bandang Puncak

Umum - Regional, PVMBG Analisis Penyebab Banjir Bandang Puncak, Banjir Puncak,Banjir Puncak Bogor,korban banjir Puncak,Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG),PVMBG

Warga Tasikmalaya Akhirnya Setuju RSUD Dewi Sartika Jadi RS Darurat Co...

Regional Rabu, 20 Januari 2021 | 21:36 WIB

Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya untuk menjadikan Rumah Sakit Umum Daerah Tipe C Dewi Sartika di Kawalu menj...

Umum - Regional, Warga Tasikmalaya Akhirnya Setuju RSUD Dewi Sartika Jadi RS Darurat Covid-19, Pemkot Tasikmalaya,RSUD Dewi Sartika,RS Darurat Covid-19

Dewan Cianjur Geram, Ada Beras Tak Berlabel di BPNT Cibeber

Regional Rabu, 20 Januari 2021 | 21:14 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Cianjur geram saat menemukan beras dalam karung yang tidak berlabel program Bantuan Pangan Non Tu...

Umum - Regional, Dewan Cianjur Geram, Ada Beras Tak Berlabel di BPNT Cibeber, DPRD Kabupaten Cianjur

artikel terkait

dewanpers