web analytics
  

Jejak Covid-19 Ditemukan dalam Daging Salmon Beku

Kamis, 10 September 2020 08:45 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Jejak Covid-19 Ditemukan dalam Daging Salmon Beku, COVID-19,Salmon,pencegahan penyebaran virus corona,Amerika Serikat

Ikan salmon. (Shutterstock)

WASHINGTON, AYOBANDUNG.COM -- Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat (AS) menegaskan tidak ada bukti penularan Covid-19 dari makanan atau kemasannya.

Tapi, sebuah studi baru justru menunjukkan daging ikan salmon berpotensi membawa Covid-19. Studi oleh para peneliti Cina ini juga menunjukkan jejak virus corona pada ikan salmon bisa menular selama lebih dari seminggu.

Ilmuwan dari Universitas Pertanian China Selatan dan Akademi Ilmu Pertanian Guangdong di Guangzhou mengumpulkan sampel virus dari salmon. Lalu, mereka mencatat virus pada salmon bisa bertahan sampai 8 hari pada suhu 3,8 derajat Celcius.

"Ikan yang terkontaminasi SARS-CoV-2 dari satu negara bisa dengan mudah menyebar ke negara lain dalam waktu seminggu. Sehingga salmon ini bisa menjadi salah satu sumber penularan internasional," jelas para peneliti dikutip dari Fox News.

Temuan ini juga bertentangan dengan klaim badan kesehatan terkait penularan Covid-19 melalui makanan.

ICDC mengatakan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa mengonsumsi atau memegang makanan tertentu bisa menularkan virus corona pada bulan Agustus 2020 lalu.

Sejauh ini, badan perlindungan kesehatan hanya menyarankan untuk selalu mencuci tangan pakai sabun dan air selama 20 detik setelah memegang paket, sebelum menyiapkan makanan dan ketika hendak makan.

CDC juga melaporkan cara paling umum untuk menyebarkan Covid-19 adalah kontak antar orang ke orang, termasuk dari tetesan di udara setelah seseorang batuk atau bersin.

"Tidak seperti virus gastrointestinal (GI) bawaan makanan seperti norovirus dan hepatitis A yang sering membuat orang sakit melalui makanan terkontaminasi, virus corona Covid-19 adalah virus yang menyebabkan penyakit pernapasan," kata FDA.

FDA juga mengatakan virus tidak dapat hidup pada kemasan makanan impor dan tergantung pada permukaannya. Jika bisa, virus hanya bisa bertahan untuk waktu singkat, antara beberapa jam hingga hari.

Tapi, virus juga bisa disebarkan oleh pekerja makanan yang terinfeksi bila mereka tidak mencuci tangan dengan benar setelah menggunakan kamar mandi.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers