web analytics
  

Antisipasi Kebakaran Hutan Tangkuban Parahu, Perhutani Gandeng PVMBG

Rabu, 9 September 2020 21:38 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Antisipasi Kebakaran Hutan Tangkuban Parahu, Perhutani Gandeng PVMBG, Kebakaran Hutan,Gunung Tangkuban Parahu,Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)

Ilustrasi -- Kebakaran Hutan. (Pixabay)

PARONGPONG, AYOBANDUNG.COM -- Peristiwa kebakaran lahan hutan (Kalhutla) di lereng Gunung Tangkuban Perahu, pada Selasa, 8 September 2020 kemarin, diduga disebabkan oleh energi panas bumi berupa gas alam. 

Titik energi panas bumi tersebut keluar dari sela-sela bebatuan dan membakar alang-alang yang tumbuh disekitar sumber panas bumi.

Akibat peristiwa tersebut, area lahan hutan seluas 0,5 hektare di lereng Gunung Tangkuban Perahu hangus terbakar. 

"Pukul 20.30 WIB petugas berhasil memadamkan api. Namun di lokasi tercium bau gas dan belerang. Kita menduga kebakaran disebabkan ada titik energi panas bumi," kata Administratur Perhutani, Kawasan Pemangku Hutan (KPH) Bandung Utara, Komarudin, Rabu (9/9/2020).

Untuk mengantisipasi kejadian tersebut terutang, Petugas Polisi Hutan (Polhut) telah melokalisir lokasi kebakaran dan membuat ilaran api. 

"Kita sudah lokalisir, khawatir kebakaran terjadi lagi. Tapi pagi pun petugas mengecek lagi lokasi dan menyemprotkan air dengan jet shooter untuk pendinginan," ucap Komar.

Untuk penyelidikan lebih jauh, Perhutani akan menggandeng Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Terutama, agar diketahui status keamanan dari energi panas bumi tersebut.

"Besok kita akan layangkan surat ke Badan Vulkanologi (PVMBG) supaya mereka yang menyelidiki," pungkasnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers