web analytics
  

Ini Cara Creator Body Fit Class Ajak Warga Binaan Lapas Perempuan Bandung Sadar Pola Hidup Sehat

Rabu, 9 September 2020 21:29 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bisnis - Event, Ini Cara Creator Body Fit Class Ajak Warga Binaan Lapas Perempuan Bandung Sadar Pola Hidup Sehat, Body Fit Class,Lapas Perempuan Bandung,Pola Hidup Sehat

Creator Body Fit Class ajak warga binaan Lapas Perempuan Bandung menerapkan konsep hidup sehat bugar strong & fun dengan sebuah kelas kebugaran yang memadukan olahraga fitness, senam aerobic, yoga, meditasi. (Eneng Reni)

ARCAMANIK AYOBANDUNG.COM -- Memperingati hari olahraga nasional yang ke-37 tahun 2020, warga binaan Lapas Perempuan Bandung diajak untuk sadar kesehatan, kebugaran, dan pola hidup sehat jasmani rohani dalam menghadapi masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Saat ini, seluruh masyarakat harus selalu menjaga imunitas dan kekebalan tubuhnya yang kuat agar mampu beradaptasi dalam kehidupan new normal.

Secara khusus Creator Body Fit Class, Anoy Roz mengajak warga binaan Lapas Perempuan Bandung untuk menerapkan konsep hidup sehat bugar strong & fun dengan sebuah kelas kebugaran yang memadukan olahraga fitness, senam aerobic, yoga, meditasi. Manariknya dalam kelas ini ada sesi edukasi yaitu knowledge mainset pola hidup sehat, menyemangati, memotivasi, dan tanya jawab tentang diet sehat.

Anoy mengatakan, konsep hidup sehat bugar strong & Fun melalui Body Fit Class yang digagasnya bisa membantu meningkatkan imun tubuh agar daya tahan tubuh tetap kuat. Apalagi dalam situasi dan kondisi saat ini, masyarakat wajib meningkatkan protokol kesehatan dari luar maupun dari dalam.

"Program Konsep Body Fit Class yang saya gagas ini untuk meningkatkan imunitas dan kekebalan tubuh yang kuat dalam menghadapi pandemi untuk dibiasakan olahraga jadi suatu kebutuhan yang bisa mereka lakukan di lapas. Karena olahraga Body Fit ini adalah olahraga fitness dengan badan kita sendiri tanpa memakai alat," Kata Anoy saat ditemui Ayobandung.com di Lapas Perempuan Bandung, Rabu (9/9/2020).

Personal Trainer Fitness, Instruktur Senam Aerobic yang juga seorang Atlet Binaragawati Indonesia berprestasi yang sudah mengharumkan Indonesia di tingkat ASIA dan Internasional ini juga mengatakan, konsep Body Fit Class ini memadukan olahraga fitnes, senam aerobic, yoga dan edukasi. Dari mulai 5 menit Warming Up, 5 menit Stretching dinamis Aerobic, 40 menit Body weight fitness Workout, 5 menit Joged Fit Fun, 5 menit CoolingDown  (Stretching Statis Yoga), dan 3 menit meditasi serta ditutup dengan edukasi knowledge Mainset pola hidup sehat.

Menurut Anoy Roz, jika dilakukan secara konsisten, program Body Fit Class ini bisa membuat tubuh lebih bagus terbentuk proporsional, kencang, indah, seksi dan tentunya efektif membakar lemak.

"Body Fit Class ini tidak hanya untuk endurance, cardio, sama strenght-nya saja. Tapi ada juga pembekalannya untuk menyemangati, memotivasi semua warga untuk menentukan mainset pola hidup sehat. Kita juga ada meditasi untuk memberikan mainset pola hidup sehat dan memberikan ketenangan hidup agar lebih baik ke depannya serta tetap semangat perubahan pola hidup sehatnya," katanya.

Ketua Mojang Otot Jabar & DUTA Club Motor Besar MMC Outsiders asal Bandung itu juga mengaku, sengaja menggelar kelas kebugaran di Lapas tersebut karena sadar para warga binaan di Lapas perempuan bandung juga memiliki hak yang sama untuk tetap sehat dan bugar.

"Warga di Lapas Perempuan Bandung ini juga layak untuk sehat bugar. Saya juga lebih mementingkan perempuan dulu karena memang perempuan ini harus lebih strong daripada laki-laki karena perempuan lebih banyak mengurus rumah dari subuh sampai malam. Dari dapur, urus rumah, urus anak dan melayani suami. Dan, perempuan akan lebih cepat tua dari laki-laki. Jadi solusinya agar tetap sehat bugar strong dan awet muda, kita harus semangat  menjalankan pola hidup sehat. Jadikanlah olahraga itu suatu kebutuhan jangan ketergantungan karena ada pandemi saja," Katanya.

Di masa AKB ini, Anoy menjelaskan, ada 2 protokol kesehatan yang perlu dipatuhi. Pertama, proteksi dari luar yaitu perlunya memakai masker jika bepergian, cuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak. Kedua, harus adanya proteksi dari dalam meliputi kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat bugar dengan rajin berolahraga, memakan makanan sehat yang bergizi, berprotein bernutrisi yang seimbang, istirahat yang cukup, minum vitamin,  minum air mineral yang cukup, berpikir positif, dan banyak Berdoa.

"Jadi selain untuk menjalankan protokol kesehatan untuk tetap mematuhi adaptasi kebiasaan baru dengan memakai masker jika kita bepergian, jaga jarak, cuci tangan sesering mungkin, dan jauhi kerumuan. Tapi kita wajib juga untuk menjalankan proteksi dari dalam. Masa Pendemi jangan panik, jangan takut tapi tetap waspada dan tetap berkarya, kreatif dan produktif  untuk mengahasilkan income di saat pandemi seperti ini," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Perempuan (KKPLP) Bandung, Suci Winarsih menyampaikan, warga binaan di Lapas Perempuan Bandung sangat menyambut baik ada pihak yang peduli dan konsen terhadap kesehatan mereka. Apalagi selama pandemi, Lapas Perempuan Bandung tidak sembarangan mendatangkan orang karena situasi pandemi yang tidak memungkinkan.

"Teh Anoy Roz ini sudah 3 kali datang ke sini, dan alhamdulillah antusias dari warga binaan untuk mengikuti Body Fit Class Anoy Roz yang diselenggarakan dari setiap acaranya itu selalu menyambut baik karena untuk mereka juga. Jadi nanti mereka bisa menerapkan apa yang telah diajarkan Teh Anoy itu sendiri setiap harinya," kata Suci kepada Ayobandung.com

Suci mengatakan, pada awal kemunculan pandemi Covid-19, Lapas Perempuan Bandung tidak menyelenggarakan kegiatan olahraga yang memicu adanya kerumunan. Hal ini untuk mematuhi aturan dari pemerintah terkait social distancing di dalam lapas.

"Selama 3 bulan pertama dari Maret sampai Juni itu, mereka memang hanya melakukan olahraga sendiri saja karena kita juga tidak berani untuk melaksanakan olahraga secara berkerumun. Paling kalau pagi-pagi kita keluarkan untuk berjemur dan olahraga ringan. Jadi olahraga yang mereka sukai apa, paling itu yang kita tetapkan ke mereka," katanya.

Selama ini, Suci mengatakan, lapas perempuan yang dihuni 362 warga binaan ini rutin melaksanakan program olahraga mulai dari zumba hingga aerobic yang dipimpin instruktur dari warga binaan sendiri. 

Namun dengan adanya kelas kebugaran Body Fit dari teh Anoy Roz, kata dia, menjadi penyegaran untuk warga binaan lapas. Pasalnya, sesuatu yang berbeda seru dan tidak monoton persesi program kelasnya. Bahkan uniknya ada sesi edukasi jadi lebih terbuka mainset untuk semangat jalankan pola hidup sehat.

"Kita tidak selalu mendatangkan orang dari luar paling sekali-sekali saja. Karenanya, harapan ke depan kita berharap sih program ini terus berjalan dan alhamdulillah Teh Anoy juga responsif. Dari kemarin ada momen-momen hari besar nasional tertentu juga beliau datang ke sini menyelenggarakan acara selanjutnya. Kita menerima baik karena ini manfaatnya juga banyak ," ujarnya.
 

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers