web analytics
  

Polisi Bakal Bubarkan Kerumunan Massa saat Pilkada

Rabu, 9 September 2020 21:21 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Cimahi, Polisi Bakal Bubarkan Kerumunan Massa saat Pilkada, Polda Jawa Barat,kerumunan massa,Pilkada Serentak 2020

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago. (Tri Junari)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menegaskan secara tegas akan membubarkan kerumunan massa yang tak mengindahkan jaga jarak (physical distancing) maupun mengabaikan penggunaan masker dalam tahapan Pilkada 2020.

"Pembubaran akan kami lakukan, ketika kami melihat situasi yang ada," kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago di Mapolres Cimahi, Rabu (9/9/2020).

Kalau massa pendukung pasangan calon sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam hal pencegahan penyebaran Covid-19, Erdi menjelaskan, maka kepolisian tentu tidak akan melakukan pembubaran. 

"Akan tetapi, ketika (kerumunan massa) sudah melampaui batas dan melanggar aturan pendisiplinan sekarang, ya tentu kami akan bubarkan," ujar Erdi.

Menurut dia, Polda Jabar telah melakukan antisipasi dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan yang terkait dengan dengan pilkada. Baik dalam hal pengamanan maupun dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

"Memang Polda Jabar sudah membuat standard operasional prosedur (SOP),dan sudah memerintahkan dalam bentuk TR (telegram resmi), itu kepada jajaran," tuturnya. 

Polda Jabar, kata Erdi, juga telah mengimbau kepada penyelenggara pilkada untuk melaksanakan prosedur pencegahan Covid-19 dalam setiap tahapan. 

"Yang sekiranya, misalnya, itu 50 orang, itu kami batasi jadi 25 orang atau 50 persen, dengan ketentuan-ketentuan formasi yang sudah ditentukan," jelasnya.

Kepolisian, terang Erdi, juga terus mengimbau dan menyosialisasikan kepada seluruh pihak, bahwa tahapan pilkada di tengah pandemi perlu memerhatikan protokol kesehatan ketat.

"Kenapa demikian? Kita sudah bisa membuktikan, ketika ada kerumunan massa atau sekumpulan massa, inilah yang dikhawatirkan menjadi klaster-klaster baru terkait virus corona ini," katanya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers