web analytics
  

Ikuti Langkah Ini untuk Cegah Fokus Anda Terganggu

Rabu, 9 September 2020 16:45 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Gaya Hidup - Sehat, Ikuti Langkah Ini untuk Cegah Fokus Anda Terganggu, fokus terganggu,Kesehatan,dampak buruk media sosial,dampak buruk teknologi

Distraksi terbesar saat ini yakni teknologi atau gadget yang tidak bisa lepas dari kehidupan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan ketika ingin menghindari fokus Anda teralihkan atau terdistraksi oleh teknologi tersebut. (Unsplash.com/ Kev Costello)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Anda mungkin sering menemui masalah hilangnya fokus dan konsentrasi, terutama ketika sedang sangat dibutuhkan. Untuk bisa bekerja atau belajar dengan efektif pasti butuh fokus yang kuat dan tidak mudah terdistraksi.

Pada dasarnya, orang mudah terdistraksi oleh kemudahan teknologi masa kini. Media sosial, YouTube, aplikasi milik perusahaan teknologi besar mengetahui cara memonetisasi kebiasaan orang menunda pekerjaan dan mencuri perhatian secara sistematis dan dalam skala industri.

“Ada banyak industri yang mengabdikan diri untuk mencuri perhatian kita dan kebanyakan dari kita bahkan tidak menyadarinya,” kata sejarawan Rhys Jones.

Mengapa orang akhirnya kecanduan distraksi? Tim Wu, Profesor di Universitas Columbia, menjelaskan bagaimana kebutuhan untuk check-in, ritual mengeluarkan ponsel setiap pagi, disebut "variable reward schedule". Idenya tersebut berasal dari Profesor Harvard dan Psikolog terkenal, Burrhus Frederic Skinner.

Eksperimen Skinner menunjukkan bahwa merpati akan menjadi lebih kecanduan mematuk tombol yang mengirimkan benih jika mereka tidak tahu kapan benih akan dikirim. Rangsangan hadiah yang tidak konsisten itu dipahami sesuatu yang paling membuat ketagihan, kata Tim, seperti mesin otomatis.

Lalu, apa yang dapat Anda lakukan agar perhatian tidak teralihkan? Berikut ulasannya, dilansir dari BBC.

Perubahan dimulai pada diri sendiri

Nir Eyal mempelajari pembentukan kebiasaan. Dia mengatakan, Anda perlu melihat ke diri sendiri, ada hal-hal yang dapat dilakukan sangat sederhana. Berikut beberapa cara untuk mengelola distraksi.

Langkah 1 - Kelola pemicu internal Anda

Ketika perhatian teralihkan, Anda biasanya mencari cara untuk melepaskan diri dari sesuatu yang tidak nyaman. Cobalah untuk mencari tahu apa itu dan mengelolanya.

Langkah 2 - Luangkan waktu untuk hal yang menarik

Sisihkan waktu luang untuk pengalihan perhatian. Dengan begitu, Anda tidak akan merasa bahwa waktu Anda terburu-buru. Berikan diri Anda waktu yang ditetapkan sebagai waktu bersenang-senang, misal dengan mengakses media sosial atau hobi.

Langkah 3 - Hapus pemicu eksternal

Matikan notifikasi dan dering telepon yang memaksa Anda mengecek hal yang tidak seharusnya Anda lakukan terlebih dahulu

Langkah 4 - Buat jadwal untuk mencegah gangguan

Dapatkan aplikasi teknologi yang mencoba membatasi jumlah waktu yang Anda habiskan di ponsel. Faktor kuncinya adalah realisasi, begitu Anda menyadari bahwa Anda sedang terdistraksi oleh ponsel atau tablet, Anda mulai meletakkannya.

Mematikan akses teknologi sepenuhnya, apakah ampuh?

Susan Maushart mengatakan, teknologi memengaruhi cara keluarganya fokus dan berkomunikasi. Susan memutuskan solusinya adalah mematikan semua layar teknologi dan hidup dalam kegelapan selama 6 bulan. Televisi, smartphone, dan komputer ia simpan di gudang.

“Saya ingin orang melakukan kontak mata dan melakukan percakapan. Saya ingin mereka duduk di meja makan dan tidak makan cepat sehingga mereka dapat kembali mengakses dunia maya. Saya ingin keluarga saya kembali,” ujarnya.

Menurut Susan, sebenarnya ada lebih banyak waktu yang dihabiskan untuk berbicara satu sama lain, tetapi juga ada banyak kebosanan. Hal tersebut membuatnya berpikir kembali lagi dengan teknologi, setelah 6 bulan mencoba.

Reformasi perusahaan teknologi

Jika mematikan teknologi tidak berhasil, yang harus dilakukan adalah reformasi perusahaan teknologi. Hal tersebut dikatakan James Williams, mantan staf Google. Dia percaya bahwa kunci untuk memecahkan masalah ini adalah dengan menciptakan sistem etika baru yang dapat mengatur industri.

Jika etika dan nilai-nilai yang orang miliki untuk diri sendiri tidak memandu desain teknologi, maka ada hal lain yang harus diperhatikan. Dia memulai grup bernama Time Well Spent, dan berkampanye agar perusahaan aplikasi mengubah cara mereka mendesain produknya. (Fariza Rizky Ananda)

Sumber: BBC
Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers