web analytics
  

Sasar Peringkat 500 Dunia, Unpad Soroti Pembangunan SDM Unggul

Rabu, 9 September 2020 14:21 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Sasar Peringkat 500 Dunia, Unpad Soroti Pembangunan SDM Unggul, Unpad,Universitas Padjajaran (Unpad),Rektor Unpad Rina Indiastuti,Dies Natalis Unpad

Rektor Unpad Prof. Dr. Rina Indiastuti memberi sambutan dalam webinar Learning and Growth: Mencetak SDM Unggul untuk Unpad Peringkat 500 Dunia yang diselenggarakan secara daring, Rabu (9/9/2020). (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

LENGKONG,AYOBANDUNG.COM---Saat ini, salah satu tujuan prioritas Universitas Padjajaran (Unpad) adalah memperluas rekognisi kampus di mata internasional yang dapat diukur lewat pemeringkatan universitas secara global.

Unpad menyasar peringkat 500 besar kampus terbaik dunia versi QS World University Ranking.

Tujuan ini menjadi salah satu sorotan di momentum Dies Natalis Unpad 2020, yang menandakan 63 tahun Unpad berdiri.

Untuk menembus peringkat tersebut, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dinilai sebagai hal krusial yang harus diperhatikan bersama.

Rektor Unpad Prof. Dr. Rina Indiastuti mengatakan, meskipun saat ini kampus Unpad telah mencatatkan kinerja dan reputasi akademik yang semakin baik, namun hal tersebut masih bersifat fluktuatif.

Salah satu hal yang jadi kelemahan adalah persoalan SDM, terutama ketika dihadapkan dengan perubahan zaman yang sangat cepat.

"Kita menghadapi banyak perubahan cepat; mulai dari revolusi industri, globalisasi hingga pandemi Covid-19. Ini akan merubah tatanan kehidupan kampus. Bila tidak dilakukan dengan cerdas, peluang untuk mencetak SDM unggul Unpad akan memerlukan waktu yang lama," ungkap Rina dalam webinar Learning and Growth: Mencetak SDM Unggul untuk Unpad Peringkat 500 Dunia yang diselenggarakan secara daring, Rabu (9/9/2020).

Dalam webinar yang merupakan rangkaian dari peringatan Dies Natalis Unpad ke-63 tersebut, hadir pula sejumlah pembicara tamu maupun para dekan sejumlah fakultas di Unpad yang menyampaikan pentingnya pembangunan SDM dari disiplin ilmu masing-masing.

Motivator sekaligus alumni Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad Aqua Dwipayana mengatakan, pembangunan SDM Unpad salah satunya dapat dilakukan dengan terus membenahi kapasitas setiap elemen yang ada di dalam Unpad, termasuk tenaga kependidikan.

"Kita perlu berpikir hal-hal mendasar yang penting untuk diperbaiki dan ditingkatkan, karena kompetitor kita juga terus berlomba meningkatkan kapasitas dan fasilitas," ungkapnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pelibatan dan pemberdayaan alumni untuk mencapai tujuan Unpad. Sebanyak 276.102 alumni Unpad yang tersebar berkiprah di berbagai bidang saat ini dapat saling bekerja sama memberikan kontribusi terbaiknya untuk Unpad.

Sementara itu, Dekan Fakultas Psikologi Unpad Prof. Dr. Hendriati Agustiani menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perubahan dan inovasi sebagai prasyarat sebuah organisasi untuk berkembang secara optimal.

Untuk itu, individu sebagai unit terkecil pembentuk SDM dinilai harus sentiasa diperhatikan kecakapan psikologis positifnya.

"Keadaan psikologis positif dari individu harus diperhatikan. Ini dapat dibangun melalui komponen HERO, yaitu Hope (harapan), Efficacy (efektivitas), Resilience (ketahanan), dan Optimism (optimisme)," ungkapnya.

Bila dijabarkan, hope mewakili kekuatan dan cara individu untuk meraih suatu tujuan. Sementara efficacy adalah percaya terhadap kemampuan diri dalam mewujudkan tujuan-tujuan spesifik.

Adapun resilience menggambarkan kemampuan individu dalam mengatasi tantangan dan adaptif terhadap perubahan. Sementara optimism adalah menyadari bahwa diri kita memiliki kontrol terhadap peristiwa yang menyenangkan.

Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Keperawatan Unpad Henny Suzana Mediani Ph.D. mengatakan, untuk membangun SDM yang unggul, sebuah organisasi harus senantiasa memperhatikan kualitas dari setiap komponen pembentuk SDM.

Hal tersebut meliputi kemampuan individu, motivasi individu, sistem nilai organisasi yang dianut, efektivitas kerja tim dan jiwa kepemimpinan.

"Selain menghadapi tantangan global, Unpad juga memiliki tantangan-tantangan dari komponen human capital tersebut," ungkapnya.

Untuk itu, ia mengatakan, Unpad harus senantiasa menjamin kelancaran penyelenggaraan good corporate governance (GCG), senantiasa mengembangkan SDM profesional, menciptakan pemimpin dan menegakan hukum.

Pembangunan SDM juga disoroti oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpad Dr. R. Widya Setiabudhi. Ia mengatakan, inti dari pembangunan kampus menuju top 500 dunia salah satunya adalah pengembangan SDM, sebagaimana yang juga dilakukan oleh kampus-kampus negara tetangga yang telah bertengger di peringkat atas QS World University Rankings.

"Kalau ingin jadi kampus world class, maka semua hal yang menjadikan itu terwujud (di universitas lain), menjadi hal yang wajib dilakukan (oleh Unpad)," ungkapnya.

Selain itu, ia juga menekankan tiga hal yang menjadi penghambat suatu organisasi untuk berubah ke arah yang lebih baik.

Hal tersebut meliputi konservatisme, etos kerja apa adanya atau business as usual, dan tidak kontinyu dalam melakukan perubahan.

Sebagai pembicara penutup, Dekan Fikom Unpad Dadang Rahmat Hidayat membahas soal komunikasi yang merupakan elemen penting dalam pembangunan SDM. Sehingga, peningkatan kapasitas setiap individu Unpad untuk berkomunikasi harus terus dilakukan.

"Harapannya adalah kemunculan performa komunikasi yang baik. Mudah-mudahan Unpad menyadari betul bagaimana saat ini tata kelola informasi adalah hal yang harus dimanfaatkan dan dikuasai," ungkapnya.

Webinar ini adalah rangkaian terakhir dari sederet pelaksanaan webinar yang telah diselenggarakan sejak 19 Agustus, melibatkan para dekan dari berbagai fakultas di Unpad. Webinar ini adalah bagian dari peringatan Dies Natalis Unpad ke-63. 

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers