web analytics
  

Perusahaan Swasta Diharap Bisa Ikut Produksi Vaksin

Rabu, 9 September 2020 13:21 WIB
Umum - Nasional, Perusahaan Swasta Diharap Bisa Ikut Produksi Vaksin, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro,Vaksin Covid-19,Vaksin Merah Putih,Berita Nasional

Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam konferensi pers mengenai rencana pemindahan ibu kota Indonesia di kantornya, Jakarta, Selasa (30/4). (Dok. Humas Bappenas)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Ketua Penanggung Jawab Tim Vaksin Merah Putih Bambang Brodjonegoro mengundang lebih banyak perusahaan farmasi swasta terlibat dalam upaya memproduksi vaksin Covid-19. Ia mengatakan ke depan diperlukan kapasitas produksi vaksin yang banyak mengingat jumlah penduduk di Indonesia yang besar.

“Kalau penduduk 270 juta jiwa, maka vaksinasi harus diberikan minimal 540 juta. Otomatis butuh kapasitas produksi besar,” kata Bambang setelah melaporkan perkembangan terkini terkait vaksin merah putih kepada Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (9/9).

Oleh karena itu, pihaknya mengajak selain BUMN, Bio Farma yang terlibat, lebih banyak perusahaan lain termasuk swasta bisa ikut serta. Bahkan, secara khusus pihaknya juga meminta Bio Farma untuk melakukan ekspansi usaha.

“Kami ajak Bio Farma lakukan ekspansi dan perusahaan lain untuk ikut mendukung,” katanya.

Tercatat untuk menunjang produksinya, selain Bio Farma yang tahun depan berencana untuk memproduksi 250 juta dosis per tahun, pihaknya dalam konsorsium Vaksin Merah Putih juga akan mengundang beberapa perusahaan farmasi swasta untuk memproduksi vaksin Covid-19.

Ia mengatakan sejauh ini sudah ada tiga perusahaan potensial yang tertarik untuk bergabung. “Tapi, tentu mereka harus segera urus izin ke BPOM untuk cara pembuatan vaksin yang baik, mereka juga harus siapkan ‘line of production Covid-19’,” paparnya.

Dengan semakin banyaknya perusahaan swasta yang bergabung, ia berharap Indonesia bisa mewujudkan kemandirian dalam penyediaan dan pengembangan vaksin. “Yang harus diperhatikan adalah penelitian tahap awal, ada kemungkinan pemberian vaksin lebih dari sekali untuk tiap individu,” tuturnya.

 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers