web analytics
  

Kenali Bahan-bahan Berbahaya dalam Kosmetik, Merkuri hingga Hidrokinon

Rabu, 9 September 2020 12:51 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Kenali Bahan-bahan Berbahaya dalam Kosmetik, Merkuri hingga Hidrokinon, Kosmetik Ilegal,kosmetik kedaluarsa,tips kecantikan,tren kecantikan

Ilustrasi pemakaian kosmetik. (Shutterstock)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Memiliki wajah halus dan sehat menjadi dambaan semua orang. Tak heran bila berbagai macam produk perawatan wajah serta estetika wajah dan kulit ramai menjadi incaran masyarakat.

Tapi tak semua produk-produk tersebut memiliki kandungan zat yang aman bagi tubuh manusia.

Dilansir dari catatan BPOM, ada enam bahan berbahaya yang kerap terkandung dalam kosmetika khususnya kosmetik ilegal. 

Apa saja? Berikut jabarannya!

1. Merkuri

Merkuri sering disalahgunakan untuk krim atau lotion pemutih wajah maupun kulit. Logam berat yang terkandung dalam merkuri sangat berbahaya. Dan meski pada konsentrasi kecil, merkuri tetap memiliki sifat beracun.

Merkuri juga dapat menimbulkan perubahan pada warna kulit, menimbulkan bintik hitam, alergi, iritasi kulit, kerusakan permanen pada susunan saraf otak, ginjal, hingga gangguan perkembangan janin.

Pada paparan jangka pendek dalam dosis yang tinggi, merkuri mampu menyebabkan diare, muntah dan kerusakan ginjal. Merkuri juga merupakan zat karsinogenik atau zat penyebab kanker.

2. Retionic acid atau asam retinoat

Zat ini banyak disalahgunakan dan terkandung dalam obat jerawat, peeling serta pemutih dengan mekanisme kerja pengelupasan kulit. Jika digunakan, retionic dapat menyebabkan kulit kering, rasa terbakar, dan teratogenik atau perkembangan tidak normal selama kehamilan pada embrio.

3. Hidrokinon

Hidrokinon kerap disalahgunakan dalam krim atau lotion pemutih dan pencerah kulit. Pada pemakaian jangka panjang atau penggunaan selama lebih dari enam bulan dengan dosis tinggi, dapat menyebabkan hiperpigmentasi terutama pada daerah kulit yang terkena sinar matahari langsung.

Hidrokinon juga dapat menimbulkan kulit berwarna berubah kehitaman atau ochronosis dengan kemungkinan tak bisa pulih kembali.

Hidrokinon dalam jumlah tinggi juga dilarang digunakan dalam kosmetik baik pada wajah maupun rambut karena penggunaan jangka menengah saja, seseorang berisiko terkena masalah kondisi vitiligo atau leukoderma (kehilangan pigmen sehingga kulit menjadi pucat tidak beraturan).

Jika terakumulasi terlalu lama, hidrokinon dapat menyebabkan mutasi gen dan kerusakan DNA yang memungkinkan masalah karsinogenik.

4. Resorsinol

Resorsinol dapat menyebabkan iritasi kulit dan mengganggu sistem imun seseorang. Pemakaian resorsinol pada kulit yang terkena luka atau iritasi, dapat menyebabkan gejala seperti dermatitis, iritasi mata, kulut, tenggorokan, saluran pernafasan atas, peningkatan detak jantung hingga hipotermia.

5. Diethylene Glycol (DEG)

DEG merupakan sesepora atau trace elements yang terdapat pada bahan baku gliserin atau polietilen oksida yang biasa digunakan pada pasta gigi. DEG bisa menjadi racun bagi manusia dan binatang karena dapat menyebabkan depresi sistem saraf pusat, keracunan hati, dan gagal ginjal.

6. Bahan pewarna tertentu

Bahan pewarna merah K.3, merah K.10 dan jingga K.1 merupakan zat pewarna sintetis yang umumnya digunakan sebagai zat pewarna kertas, tekstil, atau tinta.

Zat tersebut sering disalahgunakan pada produk lisptik atau dekoratif lain seperti pemulas kelopak mata dan perona pipi karena memiliki warna yang cerah.

Ini merupakan zat karsinogenik terutama Merah K.1 atau Rodhamin B yang dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan hati.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers