web analytics

Ini Alasan 1,6 Juta Rekening Terancam Tak Dapat Subsidi Upah

clockRabu, 9 September 2020 06:04 WIB userAini Tartinia
Umum - Nasional, Ini Alasan 1,6 Juta Rekening Terancam Tak Dapat Subsidi Upah, Bantuan Subsidi Upah (BSU),subsidi gaji rp600.000,Subsidi Gaji,Subsidi gaji karyawan,Rekening invalid

Ilustrasi--Uang (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menargetkan 3,5 juta pekerja yang memperoleh bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) sebanyak Rp1,2 juta di tahap ketiga. Namun, ternyata ada 1,6 juta rekening yang tidak valid lantaran tidak sesuai dengan kriteria Permenaker No.14 Tahun 2020.

Mengapa demikian? Ternyata begini beberapa alasannya

“Kenapa ada segitu? Dari 1,6 juta rekening, sekitar 62% pekerja bergaji di atas Rp5 juta dan kepersetaan BPJamsostek terhitung selepas Juni 2020 itu sebanyak 38%,” kata Agus dalam konferensi pers virtual, Selasa (8/9/2020).

Hal ini, menurut Agus, adalah karena sebagian perusahaan mengirimkan nama dan data karyawannya secara gelontoran. Dia menilai, perusahaan-perusahaan ini mengalami kesulitan memilah data karyawannya sendiri.

“Sebagian perusahan tersebut mengirimkan nama-nama karyawan, mungkin keseulitan memilah upah di atas dan di bawah Rp 5 juta. Maka dikirim semuanya dan akhirnya terseleksi sistem kami,” kata Agus.

Alasan lainnya adalah, sebagian perusahaan tersebut juga mungkin mengalami kesulitan dalam mendata para karyawan yang terdaftar kepesertaan BPJamsostek sebelum 30 Juni 2020 dan karyawan yang baru mendaftar selepas tanggal tersebut.

“Sehingga mereka kirimkan semuanya, ini juga terseleksi oleh sistem aplikasi BPJamsostek. Ini sebabnya 1,6 juta rekening tidak valid dan tak bisa diteruskan karena tidak sesuai kriteria Permenaker,” ujarnya.

Diketahui, proses pengumpulan nomor rekening calon penerima BSU atua BLT sudah terkumpul 14,5 juta nomor rekening pekerja oleh BPJamsostek. Dari 14,5 juta nomor rekening tersebut, dilakukan validasi berlapis. Melalui proses validasi bank, didapatkan 14,3 juta data valid, 19 ribu tidak valid dan sekitar 200 ribu rekening masih dalam proses validasi.

“Yang tidak valid ini 19 ribu kita kembali ke perusahaan atau pemberi kerja untuk dilakukan koreksi atau perbaikan,” ujar Agus.

Selanjutnya, nomor rekening tersebut divalidasi sesuai dengan kriteria Permenaker No.14 Tahun 2020. Hasilnya, ada 12,5 juta nomor rekening yang valid dan ada 1,6 juta data yang tidak valid atau tidak bisa diteruskan.

Dari 12,5 juta data yang valid tersebut pun divalidasi kembali yakni validasi nomor rekening dan ketunggalan. Dengan proses ini, maka hanya satu peserta dan satu rekening yang akan ditransfer bantuan subsidi gaji. Sementara sisanya ada sekitar 779 ribu yang tidak valid.

"Yang tidak valid kita kembalikan lagi perusahaan untuk diperbaiki. Dari  11,7 juta inilah yang betul-betul sudah valid yang sudah siap untuk ditransfer dananya," ujar Agus.

Dari 11,7 juta nomor rekening yang sudah valid, BPJS Ketenagakerjaan sudah menyerahkan 9 juta data calon penerima bantuan subsidi gaji kepada Kementerian Ketenagakerjaan. Penyerahan data tersebut terbagi atas tiga tahap, tahap pertama ada 2,5 juta, tahap kedua sebanyak 3 juta, dan tahap ketiga sebanyak 3,5 juta data.

Sumber: Ayojakarta.com
Editor: Rizma Riyandi

terbaru

AJI Gelar Pelatihan 'Jurnalisme & Trauma'

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 20:00 WIB

Jurnalis dapat membantu pihak berkonflik atau bahkan pemerintah untuk memahami penyebab dan konteks konflik yang terjadi...

Umum - Nasional, AJI Gelar Pelatihan 'Jurnalisme & Trauma', AJI,aliansi jurnalis independen,Pelatihan Jurnalisme,Jurnalisme & Trauma

Limbah Medis Covid-19 Capai 18.460 Ton, Apa Kata Jokowi?

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 16:41 WIB

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengungkapkan jumlah limbah medis Covid-19 per 27 Juli 2021 me...

Umum - Nasional, Limbah Medis Covid-19 Capai 18.460 Ton, Apa Kata Jokowi?, Limbah Medis Covid-19,Jumlah Limbah Medis Covid-19,Limbah Medis Covid-19 Indonesia,Bahaya Limbah Medis Covid-19,Penanganan Limbah Medis Covid-19

Umrah dari Wilayah Pandemi Covid-19 Langgar Pesan Rasulullah SAW

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 13:44 WIB

Arab Saudi telah membuka izin umrah. Jamaah asal Indonesia pun dapat berumroh dengan berbagai persyaratan, salah satunya...

Umum - Nasional, Umrah dari Wilayah Pandemi Covid-19 Langgar Pesan Rasulullah SAW, Umrah,Jemaah Umrah,umrah 2021,aturan umrah

Data Nasabah Bocor, Direksi BRI Life Dipanggil Kominfo

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 13:30 WIB

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengaku telah menerima informasi terkait dugaan kebocoran data pribadi...

Umum - Nasional, Data Nasabah Bocor, Direksi BRI Life Dipanggil Kominfo, BRI Life,data nasabah BRI Life bocor,data nasabah BRI Life dijual,data nasabah BRI Life dicuri

TNI AU Paparkan Kronologi Anggotanya Injak Kepala Seorang Warga Papua

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 12:55 WIB

TNI Angkatan Udara (AU) menyampaikan kronologi kejadian hingga dua orang anggotanya melakukan tindakan berlebihan dengan...

Umum - Nasional, TNI AU Paparkan Kronologi Anggotanya Injak Kepala Seorang Warga Papua, Anggota TNI arogan,Anggota TNI injak kepala warga Papua,Kepala warga Papua diinjak anggota TNI,Papua,TNI AU

Begini Perkembangan Kartu Prakerja Gelombang 18, Simak Sampai Tuntas!

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 12:02 WIB

Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja tengah bersiap untuk membuka Kartu Prakerja Semester II yaitu gelombang 18. Kartu Pr...

Umum - Nasional, Begini Perkembangan Kartu Prakerja Gelombang 18, Simak Sampai Tuntas!, Program Kartu Prakerja,Informasi Terbaru Pembukaan Kartu Prakerja Gelombang 18,Kartu Prakerja Gelombang 18,11 Poin Wajib Dipastikan Pendaftar Kartu Prakerja Gelombang 18,pembukaan Kartu Prakerja gelombang 18,Cara Lolos Kartu Prakerja gelombang 18

Epidemiolog: Lonjakan Covid-19 Diprediksi Mereda Oktober

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 11:42 WIB

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, menduga kasus Covid-19 baru mulai menunjukkan angka penu...

Umum - Nasional, Epidemiolog: Lonjakan Covid-19 Diprediksi Mereda Oktober, lonjakan covid-19,Akhir Lonjakan Covid-19,Lonjakan Covid-19 Indonesia,Jumlah kasus Covid-19 Indonesia,kasus Covid-19 di Indonesia,Kasus aktif Covid-19 di Indonesia,Lonjakan Kasus aktif Covid-19 di Indonesia

Akan Dibuka, Berikut Cara Agar Jamaah Haji Indonesia Bisa Berangkat Um...

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 10:54 WIB

Baru-baru ini, Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi diberitakan hendak membuat peraturan yang akan mensanksi war...

Umum - Nasional, Akan Dibuka, Berikut Cara Agar Jamaah Haji Indonesia Bisa Berangkat Umrah, COVID-19,Arab Saudi,Umrah

artikel terkait

dewanpers
arrow-up