web analytics
  

Warga Tasik Perindah Perkampungan dengan Lukisan 3D

Rabu, 9 September 2020 06:00 WIB Irpan Wahab Muslim
Umum - Regional, Warga Tasik Perindah Perkampungan dengan Lukisan 3D, Kampung 3D di Tasik,Berita Tasikmalaya,Wisata Tasikmalaya,Desa Cisayong

Kampung 3D (Ayotasik.com/Irpan Wahab)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Warga Desa Cisayong, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya terus melakukan kreasi dan inovasi. Setelah sukses menciptakan kampung kolecer, kini warga membentuk kampung 3D.

Kampung 3D ini dimulai dari Gang Mbah Dira di Kampung Cisayong yang dipenuhi oleh berbagai lukisan dan gambar animasi tiga dimensi. Alhasil, gang terlihat cantik dan indah penuh warna.

Inisiator kampung 3D Risman Muhammad Azizur Rahman menuturkan, kampung 3D in merupakan kampung yang bertema gambar atau yang berbentuk tiga dimensi yang dilihat dari sisi koordinat X dan Y. Secara global, gambar yang bisa dilihat seperti bergerak atau seperti nyata.

"Kita ingin, perkampungan di sini terlihat indah dan bersih. Kita usulkan kepada warga dan respon mereka sangat bagus ," ucap Risman, Selasa (8/9/2020).

Risman menambahkan, kampung animasi
ini sudah berjalan sekitar lima bulan yang lalu hingga sekarang. Di mana saat itu wabah pandemi Covid-19 sudah masuk Indonesia bahkan Tasikmalaya. Namun, para pemuda tetap berkarya membuat animasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Gagasan ini terbentuk oleh dua orang. Yaitu saya sebagai inisiator dan Ridwan sebagai kreator serta didukung oleh warga sekitar,” ujar Risman.

Risman menambahkan, tujuan awalnya dibentuk kampung 3D ini untuk konsumsi masyarakat dan memanfaatkan dinding gang supaya lebih cantik. Juga, ingin memberikan nuansa berbeda di lingkungan agar menarik, indah dan terkesan tidak kuno.

"Ada pengecatan dinding rumah milik warga yang sudah berlumut itu kelihatan tidak indah. Setelah kita cat dan kita warnai banyak ketertarikan orang-orang untuk melihat ke sini. Pada awalnya sih masyarakat hanya kampung ini saja, namun sekarang cukup banyak yang berkunjung untuk foto-foto,” ungkap Risman.

Menurut Risman, ia tidak mewajibkan semua rumah warga untuk dicat atau digambar. Namun, disesuaikan dengan kondisi atau lingkungan yang strategis. Sementara itu untuk biaya tidak membebankan kepada warga untuk pengecatan, pasalnya program kampung animasi 3D ini sudah ada anggaran.

“Untuk pegunjung atau peneliti serta pejabat pemerintah yang datang ke lokasi sudah cukup banyak dari desa lain yang hanya sekadar melihat atau pun selfie,” ujar Risman.

Beberapa animasi 3D yang dibuat warga di antaranya adalah kubus lorong, gambar animasi karakter kartun dan lainnya.

Sumber: Ayotasik.com
Editor: Rizma Riyandi
dewanpers