web analytics
  

Pilkada Kabupaten Bandung, Netralitas ASN Jadi Sorotan

Selasa, 8 September 2020 20:01 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Soreang, Pilkada Kabupaten Bandung, Netralitas ASN Jadi Sorotan  , Netralitas ASN,Bawaslu Kabupaten Bandung,Pilkada Kabupaten Bandung

Ilustrasi -- Pilkada Serentak. (Ayobandung.com)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Netralitas ASN menjadi salah satu pelanggaran yang diwaspadai Badan Pengawas Pemilu dalam Pilkada Kabupaten Bandung.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kabupaten Bandung, Hedi Ardia, mengatakan sampai sejauh ini pihaknya telah menangani 13 kasus ASN dalam Pilkada Kabupaten Bandung.

"Delapan kasus merupakan pelanggaran hukum sisanya pelanggaran netralitas ASN," tutur Hedi, Selasa (8/9/2020).

Para ASN yang melanggar dalam Pilkada dianggap melanggar PP No 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, PP No 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil, dan peraturan turunan lain yang dikeluarkan oleh pemerintah, Presiden maupun oleh kementerian. 

"Sejumlah aktivitas ASN yang dilarang itu di antaranya pasal 11 huruf C PP Nomor 42 Tahun 2004 juga memerintahakan ASN untuk menghindari konflik kepentingan pribadi, kelompok, maupun golongan," ujarnya.

Dengan demikian para abdi praja dilarang melakukan perbuatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap salah satu balon. Demikian halnya dengan perbuatan yang mengindikasikan terlibat dalam politik praktis/berafiliasi dengan partai politik.

"Apalagi berdasarkan temuan atau laporan yang kami terima, pelanggaran di medsos itu jauh lebih tinggi dibanding keterlibatan aktif ASN dalam dukungan terhadap balon tertentu di Pilkada Kabupaten Bandung.," tutupnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers