web analytics
  

Minyak Sereh Wangi Anjlok di Kisaran Rp150 Ribu

Selasa, 8 September 2020 15:31 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Minyak Sereh Wangi Anjlok di Kisaran Rp150 Ribu, Sereh Wangi,Coronavirus Disease (Covid-19),Gunung Halu,Dampak Corona

Petani sereh wangi di Kampung Loji, Desa Buni Jaya, Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengeluhkan nilai jual minyak sereh anjlok sejak pandemi corona penyebab Coronavirus Disease (Covid-19). (Ayobandung.com/Tri Junari)

GUNUNG HALU, AYOBANDUNG.COM -- Petani sereh wangi di Kampung Loji, Desa Buni Jaya, Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengeluhkan nilai jual minyak sereh anjlok sejak pandemi corona penyebab Coronavirus Disease (Covid-19). 

Dirman (86), petani sereh wangi di kampung Loji, mengatakan, nilai jual minyak sereh hanya Rp150.000 per kilogram. Saat normal minyak sereh ini bisa terjual Rp300.000-Rp400.000 per kilogram.

"Sekarang lagi turun, Rp150.000 per kilogram. Satu kilogram minyak itu dari 5 kuintal pengukusan pohon sereh wangi," kata Dirman kepada Ayobandung.com, Selasa (8/9/2020).

Anjloknya harga jual minyak sereh wangi sudah berlangsung sekira 4 bulan. Hingga saat ini, nilai jual tak kunjung membaik. Penurunan nilai jual hingga Rp150.000 ini baru dirasakan petani selama kurun waktu 20 tahun, biasanya jika turun masih di kisaran Rp200.000-Rp300.000 per kilogram.

"Baru kali ini sampai segitu, katanya ekspor minyak sereh terganggu corona," katanya.

Suhardi (45), salah seorang petani sereh wangi asal Desa Sirnajaya, Kecamatan Gunung Halu, mengatakan hal sama. Sudah 3 bulan terakhir nilai jual rumput sereh wangi anjlok.

"Sebelum pandemi nilai jual rumput sereh wangi mencapai Rp2.000-Rp3.000 per kilogram, kalau sekarang hanya Rp500 saja," ungkapnya 

Menurutnya, sereh wangi merupakan komoditas ekspor unggulan di Indonesia. Namun, seiring pembatasan aktivitas pandemi kegiatan ekspor minyak sereh wangi terhenti.

Jika saat normal, kata dia, minyak sereh wangi dengan kualitas terbaik bisa dijual Rp300.000. Namun kini jika ada pembeli pun hanya dihargai Rp145.000 saja.

"Sekarang sedang anjlok, petani lebih memilih untuk tidak dulu memanen rumput sereh wangi atau tidak melakukan penyulingan. Konsekuensinya tidak ada pemasukan," tuturnya.

Kecamatan Gunung Halu merupakan salah satu daerah di wilayah selatan KBB penghasil sereh wangi terbesar, terdapat kurang lebih 1.800 hektare lahan sereh wangi yang hingga kini masih digarap petani.

"Gunung Halu salah satu penghasil minyak sereh wangi, sebulan capai 9 ton," katanya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers