web analytics
  

BPJamsostek Akan Lakukan Hal Ini pada Rekening Tidak Valid

Selasa, 8 September 2020 06:07 WIB Aini Tartinia
Umum - Nasional, BPJamsostek Akan Lakukan Hal Ini pada Rekening Tidak Valid, subsidi gaji rp600.000,Bantuan Subsidi Upah (BSU),BPJAMSOSTEK,rekening valid,Rekening tidak Valid

Ilustrasi--Uang (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek terus mengumpulkan nomor rekening calon penerima bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT). Dari 15,7 juta target calon penerima bantuan ini, sudah ada 14,4 juta nomor rekening yang berhasil dikumpulkan.

“Saat ini telah terkumpul sebanyak 14,4 juta nomor rekening, dan sudah kami validasi berlapis sampai dengan tiga tahap, hingga jumlah data yang tervalidasi mencapai 11,5 juta,” ujar Deputi Direktur Bidang Humas dan Antara Lembaga BPJamsostek Irvansyah Utoh Banja kepada Ayojakarta.com, Senin (7/9/2020).

Utoh mengatakan, ada dua alternatif tindakan atas nomor rekening pekerja yang tidak lolos validasi berlapis BPJamsostek. Alternatif itu seluruhnya diupayakan dengan tetap mengacu pada Peraturan Menteri Keternagakerjaan (Permenaker) No.14 Tahun 2020.

“Pertama, BPJamsostek akan mengembalikan data nomor rekening kepada perusahaan peserta untuk melakukan konfirmasi ulang, jika penyebabnya bukan karena ketidaksesuaian dengan Permenaker 14/2020,” ujar Utoh.

Kedua, ketika data peserta tidak valid karena tidak sesuai dengan Permenaker No.14 Tahun 2020 maka nomor rekening tersebut akan secara otomatis tidak masuk dalam daftar penerima bantuan subsidi upah. Sejauh ini ada 1,6 juta rekening yang tidak valid.

Dari total nomor rekening yang sudah divalidasi, BPJamsostek sudah menyerahkan 5,5 juta nomor rekening calon penerima bantuan kepada Kementerian Ketenagakerjaan.

Penyerahan data tahap  pertama diberikan sebanyak 2,5 juta, dan gelombang kedua sebanyak 3 juta data. “Rencana penyerahan data (tahap ketiga) dilakukan pekan ini,” lanjut Utoh.

Utoh belum merinci berapa banyak data calon penerima bantuan subsidi gaji yang akan diserahkan BPJamsostek kepada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) di gelombang ketiga ini, namun dia memastikan hal tersebut akan segera disampaikan.

Utoh pun mengatakan pihaknya terus mendorong perusahaan untuk segera menyampaikan nomor rekening peserta yang memenuhi persyaratan.

“Kami juga minta perusahaan mempercepat penyampaian data yang dikonfirmasi ulang. Oleh karenanya, penyampaian nomor rekening diperpanjang sampai dengan 15 September 2020,” ujarnya.

Sebelumnya, Kemnaker mencatat bahwa hingga Jumat, 4 September 2020, telah ada 2,3 juta orang pekerja yang menerima bantuan subsidi upah tahap pertama.

“Sebanyak 2,3 juta pekerja atau 92,44% dari total penerima subsidi upah tahap I telah menerima bantuan. Sisanya masih dalam proses,” tulis akun twitter @KemnakerRI, Sabtu, (5/9/2020) malam.

Saat ini, kata Kemnaker, para calon penerima yang masih belum menerima subsidi upah di rekeningnya masih dalam proses. Bank penyalur disebut segera menyalurkan bantuan tersebut ke rekening penerima.

“Untuk Rekanaker yang memenuhi syarat mendapat subsidi, pastikan bahwa rekening yang terdaftar masih aktif dan sesuai dengan identitasmu ya,” tulis Kemnaker.

Sumber: Ayojakarta.com
Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers